Kesehatan

29 Pasien Jalani Operasi Celah Bibir di Palopo, Pemkot Apresiasi Kolaborasi FKG UI

1221
×

29 Pasien Jalani Operasi Celah Bibir di Palopo, Pemkot Apresiasi Kolaborasi FKG UI

Sebarkan artikel ini
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palopo, H. Andi Poci hadiri Kerja Sosial Operasi Celah Bibir dan Lelangit di Lantai 2 IGD RSUD Sawerigading Palopo, Kamis, 27 November 2025. (Ist)

SATUDATA.co.id | Palopo — Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palopo, Dr. H. Andi Poci membuka Kerja Sosial Operasi Celah Bibir dan Lelangit di Lantai 2 IGD RSUD Sawerigading Palopo, Kamis, 27 November 2025.

Kegiatan operasi ini merupakan hasil kerja sama RSUD Sawerigading Palopo dengan Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) serta sejumlah yayasan terkait. Program berlangsung selama tiga hari, 27–29 November 2025.

Panitia penyelenggara, drg. Irfan, Sp.BM, mengungkapkan bahwa dalam kegiatan sosial ini terdata 29 pasien yang siap menjalani operasi. Sebelumnya terdapat sekitar 50 pendaftar, namun sebagian terkendala jarak, terutama mereka yang berasal dari wilayah pegunungan yang akhir-akhir ini rawan longsor.

Dalam sambutannya, dr. Risma Amran Tandjung, Sp.PA, menegaskan bahwa seminar serta pendampingan operasi ini merupakan kolaborasi strategis antara RSUD Sawerigading dan Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UI. Ia menekankan pentingnya penanganan dini kondisi celah bibir dan lelangit, terutama pada anak-anak yang lahir dengan kelainan bawaan.

“Jika tidak ditangani dengan baik, akan berdampak pada tumbuh kembang mereka. Mulai dari gangguan bicara, pertumbuhan gigi, hingga menurunnya kepercayaan diri,” jelas dr. Risma.

Perwakilan Tim Kerja Sosial FKG UI, Dr. drg. Dwi Ariawan, turut menyoroti meningkatnya kasus bibir sumbing pada anak bawaan lahir setiap tahun. Salah satu faktor yang sering dijumpai adalah kurangnya asupan nutrisi—khususnya asam folat—pada ibu hamil.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran tim FKG UI di Palopo membawa dua agenda utama: pemberian edukasi mengenai pencegahan dan penanganan dini celah bibir dan lelangit serta pelaksanaan operasi.

“Anak dengan bibir sumbing selain mengalami masalah estetika, juga biasanya kesulitan menyusui maupun makan,” ujarnya.

Mewakili Wali Kota Palopo, Dr. Andi Poci menyampaikan apresiasi atas dedikasi FKG UI dan seluruh pihak yang terlibat dalam program sosial ini. Pemerintah Kota Palopo menilai kegiatan ini memberikan dampak besar bagi masa depan anak-anak penderita kelainan bawaan tersebut.

Dalam sambutan yang dibacakannya, ia berharap kolaborasi ini dapat terus terjaga dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Program ini sekaligus menandai dibukanya secara resmi seminar dan rangkaian operasi celah bibir dan lelangit.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Kerja Sosial FKG Universitas Indonesia, Direktur Utama RSUD Sawerigading Palopo, Kodim 1403 Palopo, Polres Palopo, Ketua Ikatan Dokter Gigi Indonesia (IDGI) Palopo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *