Ragam

Luwu Timur Masuk 10 Besar Nasional Penyusunan Info Memo Investasi 2025

3465
×

Luwu Timur Masuk 10 Besar Nasional Penyusunan Info Memo Investasi 2025

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala DPMPTSP Luwu Timur, Abdul Wahid Sangka menerima penghargaan penyusunan Info Memo proyek investasi tahun 2025.di Hotel The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (28/11/2025). (Ist)

SATUDATU.co.id | Luwu Timur — Kabupaten Luwu Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan potensi investasi paling prospektif di Indonesia setelah berhasil menembus 10 besar nasional dalam penyusunan Info Memo proyek investasi tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan pada puncak kegiatan penyusunan Info Memo yang digelar Direktorat Pengembangan Potensi Daerah, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia (Persero).

Acara berlangsung di Hotel The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Luwu Timur masuk dalam daftar 10 daerah terbaik setelah melalui seleksi ketat yang melibatkan 68 nominasi proyek yang diusulkan dari berbagai provinsi se-Indonesia.

Plt. Kepala DPMPTSP Luwu Timur, Abdul Wahid Sangka, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta dukungan kementerian dan lembaga terkait.

“Masuknya Luwu Timur dalam 10 besar Info Memo nasional adalah bukti bahwa potensi investasi kita diakui secara luas. Ini menjadi motivasi besar untuk memperkuat kualitas layanan, menyiapkan proyek unggulan, dan meningkatkan daya tarik investasi daerah,” ujar Wahid.

Dalam kompetisi tersebut, Luwu Timur mengusung Info Memo proyek Rice Milling Unit (RMU) sebagai prioritas investasi. Proyek ini dinilai strategis karena dapat memperkuat rantai pasok pertanian, meningkatkan nilai tambah beras lokal, sekaligus membuka ruang kemitraan antara petani, pengusaha, dan investor.

RMU juga mencerminkan kesiapan sektor pertanian daerah untuk bertransformasi menuju sistem yang lebih modern, berbasis teknologi, dan berorientasi pada efisiensi produksi.

Proses penilaian Info Memo mencakup aspek potensi daerah, kesiapan infrastruktur, dukungan kebijakan pemerintah daerah, serta kelayakan proyek yang diusulkan. Luwu Timur dinilai menonjol karena memiliki basis pertanian yang kuat, ketersediaan lahan, serta jaminan bahan baku yang jelas.

Wahid menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong hadirnya investasi berkelanjutan pada beragam sektor prioritas.

“Ke depan, kami akan mendorong investasi tidak hanya di pertanian, tetapi juga industri pengolahan, energi, dan pariwisata. Momentum ini harus menjadi langkah awal untuk memperluas promosi investasi daerah,” katanya.

Luwu Timur masuk 10 besar bersama: Cilacap, Tuban, Kulon Progo, Mamasa, Bulungan, Penajam Paser Utara, Tanjung Jabung Timur, Grobogan, dan Kota Sabang.

Pencapaian ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi investasi strategis yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Luwu Timur.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya memperkuat layanan perizinan, memberikan kepastian regulasi, serta membuka ruang kolaborasi luas bagi para investor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *