SATUDATA.co.id | Jakarta – Layanan kanal aduan masyarakat “Lapor Pak Amran” melalui layanan WhatsApp di nomor 0823-1110-9690, membuahkan hasil, itu diungkapkan oleh Andi Amran Sulaiman saat konferensi Pers di Kantor Kementerian Pertanian di Jakarta. Jumat 28 November 2025.
Dalam keterangannya, Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman menegaskan, melalui kanal aduan Lapor Pak Amran, ada masyarakat yang melaporkan adanya praktik pungutan liar (pungli), untuk pengambilan alat mesin pertanian (Alsintan) traktor, diminta untuk membayar puluhan hingga ratusan juta rupiah.
” Jadi ada masyarakat yang melaporkan, setiap ambil traktor itu harus bayar, di pajak 600 juta, ada yang 100 juta, Ini miliaran, ada 21 tempat di seluruh Indonesia, berkasnya langsung kita serahkan ke satgas tindak lanjuti nanti diperiksa. Itu gratis untuk rakyat,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di kutip dari unggahan video akun Instagram @kementerianpertanian.
Dugaan pungli tersebut, diduga melibatkan pegawai Kementerian Pertanian, untuk itu, sebagai langkah cepat dan bentuk komitmen Amran Sulaiman, laporan masyarakat tersebut langsung ditindaklanjuti, dan oknum yang diduga melakukan pungli langsung berhentikan dari tugasnya untuk kepentingan pemeriksaan, jika terbukti, langsung dipecat.
” Ada pegawai Kementerian, diberhentikan dulu, jika terbukti apa boleh buat, dan satgas langsung tindak lanjuti, periksa, dan pak sekjen berhentikan di kementrian, saya sudah bilang jangan macam-macam, aku dapat pasti saya pecat, ngak boleh, ini uang negara, uang rakyat,” tegas Amran Sulaiman.
Tidak hanya itu, Amran Sulaiman juga mengungkapkan adanya keterlibatan orang luar kementerian, dan dipastikan akan dikejar dan serahkan ke aparat penegak hukum untuk di proses sesuai dengan aturan yang berlaku.
” Sedihnya ada orang luar, pak jendral nanti ada orang luar dikejar, langsung ditanya aja hari ini, kami akan kirim ke aparat penegak hukum, ini tidak manusiawi,” ungkap Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
” Petani itu hidupnya sudah sulit, hidupnya jangan diberatkan. Skali lagi saya sampaikan, bantuan traktor, benih, bantuan bibit dari bapak presiden, kakao, mente, kelapa, pala, tebu, itu gratis tidak dipungut biaya,” tambahnya.
Amran Sulaiman, menegaskan, uang negara yang bersumber dari rakyat, yang kemudian digunakan di kementerian Pertanian di pertanggung jawabkan.
” Kertas ini pajaknya rakyat, mic ini pajaknya rakyat harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat,” tegas Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman.
Editor Artikel : Redaksi
Sumber informasi : Video Instagram Kementerian Pertanian.















