Peristiwa

Derasnya Hujan Akibatkan Jalur Trans Sulawesi di Balandai Palopo Lumpuh, Warga Minta Perhatian Pemerintah

3456
×

Derasnya Hujan Akibatkan Jalur Trans Sulawesi di Balandai Palopo Lumpuh, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Jalur Trans Sulawesi di Kelurahan Balandai lumpuh akibat genangan air, Minggu 30 November 2025

SATUDATA.co.id | Palopo,- Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 18.30 Wita hingga pukul 20.45 Wita pada hari Minggu 30 November 2025 akibatkan arus lalulintas di Jalur Trans Sulawesi di wilayah Balandai Kota Palopo Sulawesi Selatan lumpuh.

Warga setempat, Masrur, yang ditemui oleh Tim redaksi SATUDATA.co.id, mengatakan, bukan hal baru, namun sudah berulang kali terjadi, setiap kali hujan deras mengguyur, 30-60 menit lamanya dipastikan, Jalur Trans Sulawesi di Balandai akan lumpuh akibat genangan air, bahkan pengendara, utamanya roda dua, kerap terjebak dan mengalami kerusakan pada kendaraannya.

” Ini sudah berulang kali terjadi, setiap hujan deras, 30 menit sampai 60 menit dipastikan arus lalulintas lumpuh karena air hujan masuk kejalan, tidak mengalir ke drainase, kita bisa liat disana, itu ada drainase tapi air tidak mengalir kesana,” kata Masrur.

Masrur mengungkapkan, jika air yang mengalir deras, hingga menutup badan jalan datangnya dari atas gunung, karena adanya jalan yang membutuhkan perbaikan, hal tersebut yang menyebabkan sehingga air hujan tidak mengalir ke drainase.

” Air dari gunung, karena ada diatas itu, harus diperbaiki kembali. Jalan lorong yang menuju ke STM, dan selama digusur diatas itu, terjadilah seperti ini,” ungkap Masrur warga Balandai, Wara Utara Kota Palopo Sulawesi Selatan.

” Saya kan warga disini, dan pernah kami sampaikan kepada salah satu anggota Dewan (Legislatif DPRD Palopo), tapi tidak ada respon juga, disana itu harus dibuka supaya dibuatkan drainase, kemudian yang ada di sini (sekitar jalan raya) drainase nya hanya sebatas lutut saja,” tambahnya

Untuk itu, warga Balandai ini mengharapkan pemerintah Kota Palopo memperhatikan kondisi tersebut untuk segera memberikan solusi, karena menurut Masrur, bukan hanya warga setempat yang merasakan, tapi pengguna jalan, pengendara ikut terkena dampaknya.

” Harapan saya pemerintah memperhatikan, memberikan solusi, karena bukan hanya warga disini saja yang terkena dampaknya, tapi juga penggunaan jalan lainnya, pengendara, tadi sudah pengendara (pengemudi roda dua) yang jatuh, karena memaksa untuk melintas,” harap Masrur.

Dari pantauan di lapangan, air yang mengalir dan menutup badan jalan, itu berlumpur, sehingga warga setempat, dengan alat seadanya membersihkan jalur air ke drainase, dan juga bergotong royong bersihkan lantai masjid dari air dan lumpur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *