Ragam

DPRD Luwu Utara Sidak RSUD Andi Djemma, Soroti Lamanya Observasi Pasien di UGD

1215
×

DPRD Luwu Utara Sidak RSUD Andi Djemma, Soroti Lamanya Observasi Pasien di UGD

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua I DPRD Luwu Utara, Karemuddin, bersama Ketua Komisi I DPRD Luwu Utara, Hj. Megawati, saat sidak di RSUD Andi Djemma Masamba, Kamis (8/1/2026). Foto: Ist

SATUDATA.co.id | Masamba – Wakil Ketua I DPRD Luwu Utara, Karemuddin, bersama Ketua Komisi I DPRD Luwu Utara, Hj. Megawati, serta sejumlah Anggota DPRD Luwu Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Masamba, Kamis (8/1/2026).

Sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, mulai dari antrean panjang, lamanya proses administrasi, hingga kondisi fasilitas rumah sakit yang dinilai belum memadai.

Dalam sidak tersebut, rombongan DPRD menemukan sejumlah persoalan krusial, salah satunya lamanya proses observasi pasien di Unit Gawat Darurat (UGD). Beberapa pasien mengeluhkan harus menjalani observasi hingga enam jam sebelum akhirnya dapat dipindahkan ke ruang rawat inap, meski kondisi pasien dinilai sudah membutuhkan perawatan lanjutan.

Selain itu, DPRD juga menyoroti proses pengurusan rujukan yang dinilai terlalu berbelit dan memakan waktu lama, sehingga berdampak pada keterlambatan penanganan pasien.

Dari sisi sarana dan prasarana, DPRD menemukan banyak fasilitas yang tidak berfungsi optimal, seperti AC yang mati, lampu penerangan yang tidak menyala, serta beberapa fasilitas pendukung lain yang dinilai kurang layak. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan.

Wakil Ketua I DPRD Luwu Utara, Karemuddin, menegaskan bahwa sidak ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan yang cepat dan layak benar-benar terpenuhi.

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat, terutama soal lamanya observasi di UGD dan lambannya proses administrasi. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Rumah sakit adalah tempat orang berharap sembuh, bukan justru menambah beban psikologis pasien dan keluarganya,” tegas Karemuddin.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien gawat darurat dan yang membutuhkan perawatan intensif seperti ICU dan HCU, harus mengedepankan kecepatan dan ketepatan tindakan sesuai standar pelayanan minimal.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Luwu Utara, Hj. Megawati, menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh, baik dari aspek pelayanan, manajemen, maupun fasilitas fisik rumah sakit.

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Masih ada fasilitas dasar seperti AC dan lampu yang tidak berfungsi. Ini kelihatannya sepele, tapi sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan proses penyembuhan pasien. Ke depan, kami berharap manajemen rumah sakit lebih responsif dan proaktif,” ujar Megawati.

Ia juga meminta pihak rumah sakit untuk menyederhanakan alur administrasi, terutama dalam pengurusan rujukan dan rawat inap, agar tidak menghambat pelayanan medis.

Dalam sidak tersebut, sejumlah pegawai rumah sakit membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait fasilitas dan pelayanan. Pihak RSUD Andi Djemma Masamba berkomitmen akan segera melakukan perbaikan dan pembenahan, baik dari sisi sarana prasarana maupun sistem pelayanan.

DPRD Luwu Utara menegaskan akan menindaklanjuti hasil sidak ini melalui rapat evaluasi dan rekomendasi resmi, serta meminta adanya tenggat waktu perbaikan agar pelayanan kesehatan di RSUD Andi Djemma Masamba benar-benar berjalan optimal, manusiawi, dan sesuai harapan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *