SATUDATA.co.id | Luwu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar kegiatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Puskesmas Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sabtu (4/7/2026).Kegiatan ini bertujuan memperkuat upaya penanganan stunting melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fadriati Asmaun, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dr. Evi Mustikawati, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Hj. Kurniah Patahudding, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Luwu Ny. Nila Sari Dhevy Bijak Pawindu, jajaran organisasi perangkat daerah Kabupaten Luwu, Camat Bua, Kepala Puskesmas Bua beserta tenaga kesehatan, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menegaskan Kecamatan Bua masih menjadi salah satu wilayah yang memerlukan perhatian serius dalam penanganan stunting. Berdasarkan data yang dipaparkan, dari 192 anak yang terdata terdapat 144 anak mengalami gangguan pertumbuhan, termasuk wasting dan pertumbuhan tinggi badan yang belum sesuai dengan usia.
Fatmawati menjelaskan bahwa anak bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting. Menurutnya, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang disertai infeksi berulang dalam jangka waktu lama.
“Anak yang sering mengalami infeksi, termasuk flu berulang, ditambah pola makan yang kurang bergizi dan terlalu banyak mengonsumsi makanan instan, berisiko mengalami stunting. Karena itu, pemenuhan gizi seimbang harus dimulai dari keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua, khususnya ibu, memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperoleh informasi dan edukasi mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, serta tumbuh kembang anak.
Menurut Fatmawati, keberhasilan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibangun sejak usia dini melalui pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.
“Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, anak-anak harus tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting. Mari bersama-sama memperhatikan asupan gizi dan rutin memantau pertumbuhan anak, termasuk dalam tiga bulan ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Hj. Kurniah Patahudding menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap upaya penanganan stunting di Kabupaten Luwu.
Ia berharap dukungan dan sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat semakin memperkuat percepatan penurunan prevalensi stunting melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta mempercepat penurunan prevalensi stunting guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
















