Nasional

Adik Presiden Prabowo  Hasyim Djojohadikusumo Hadiri Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa

×

Adik Presiden Prabowo  Hasyim Djojohadikusumo Hadiri Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa

Sebarkan artikel ini
Hashim Djojohadikusumo adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto Hadiri Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa. Jumat 28 Agustus 2026. Foto: SMSI Pusat.

JAKARTA — Sebagai salah satu organisasi konstituen Dewan Pers, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026.

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs Firdaus, M.Si, langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen SMSI guna merawat desa, sebagai manifestasi merawat NKRI.

“Saya setuju Desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomor duakan,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di tengah hiruk-pikuk dan simpang siur informasi terkait eskalasi demo yang dikhawatirkan membuat distorsi stabilitas menjadi sebuah konfirmasi.

Usai pengukuhan, Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik kandung dari Presiden RI Prabowo Subianto hadir sebagai keynote speaker pada dialog nasional, dan memberikan apresiasi terhadap SMSI dan siap memberikan dukungan.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testemoni nyata di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat bagus,” ucapnya.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa yang berlangsung khidmat ini melibatkan lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI, namun dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” papar Firdaus dalam sambutan di depan Hasyim Djoyohadikusumo.

Pengusaha yang bergerak di berbagai sektor, dan kini menjadi salah satu penasehat ekonomi Presiden mengatakan, SMSI ke depan punya tugas dengan tanggung jawab besar.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” katanya.

Secara khusus putra begawan ekonomi, Soemitro Djoyohadikusumo ini menyoroti informasi yang lepas dari konteks, dan itu sangat mendistorsi kebijakan yang sedang menjadi prioritas pemerintah.

Terkait dengan fenomena di atas Hasyim mengungkapkan, pihaknya sudah mengagendakan untuk berdialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB.

“Sebagai penasehat Presiden masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” tambahnya.

Hal-hal lain yang juga disampaikan Hashim Djojohadikusumo yang spesifik adalah merespon usulan Ketua SMSI, Drs Firdaus M.Si, yakni kondisi Gedung Dewan Pers yang sudah tidak representatif.

Firdaus juga mengungkapkan bahwa gedung yang menjadi episentrum, sekaligus kawah Candradimuka Pers Indonesia perlu ditingkatkan performanya.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka (Konsituen) terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” ungkapnya.

Terhadap usulan itu, Hashim merespon sangat positif, dan berjanji akan menindaklanjuti dengan Komdigi.

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang, kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Mekomdigi, Meutya Hafid,” ujar Hashim.

Kegiatan pengukuhan dihadiri tidak kurang dari seratus peserta berikut undangan. Kegiatan ditutup dengan dialog nasional menghadirkan Prof Dr Achmad Riyad U.B PhD Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, kemudian pakar ekonomi dan Perbankan, yang dipandu secara bernas oleh Prof Dr Albertus Wahyu Rudhanto, MC guru besar dari PTIK. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *