SATUDATA.co.id | Palopo – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 1403/Palopo menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD)bagi prajurit, Persit, pelajar, dan masyarakat di Aula Makodim 1403/Palopo, Jalan Pattimura, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sabtu (19/9/2026).
Pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban dalam kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan tenaga medis.
Peserta terdiri atas personel Kodim 1403/Palopo, Bintara Pembina Desa (Babinsa), perwakilan sejumlah sekolah tingkat SLTA, serta masyarakat binaan.
Dalam pelaksanaannya, Kodim 1403/Palopo bekerja sama dengan Tim Kesehatan Denkesyah 14.04.02 Palopo dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palopo.
Materi pelatihan meliputi teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), penanganan henti napas, pertolongan terhadap korban tersedak, penanganan pendarahan, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), hingga teknik evakuasi korban yang benar sebelum mendapatkan pertolongan tenaga medis.
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1403/Palopo, Mayor Inf Much Sukardi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat sekaligus bagian dari pengamalan 8 Wajib TNI.
“Di momentum Dirgahayu TNI ke-81 ini, kita ingin TNI tidak hanya kuat dalam pertahanan, tapi juga hadir dan berguna saat rakyat dalam kondisi darurat. Kemampuan Bantuan Hidup Dasar ini sangat vital. Satu menit pertolongan dari Babinsa di lapangan bisa menyelamatkan nyawa masyarakat,” tegas Sukardi.
Menurutnya, kemampuan BHD penting dimiliki Babinsa karena mereka berada di tengah masyarakat dan menjadi salah satu unsur yang dapat memberikan pertolongan awal ketika terjadi keadaan darurat.
Sukardi berharap, melalui pelatihan tersebut, para Babinsa mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat ketika menemukan warga yang mengalami kecelakaan, serangan jantung, atau kondisi darurat lainnya sambil menunggu tenaga medis tiba.
“Kita usung tema HUT TNI ke-81, TNI PRIMA – TNI Rakyat, Indonesia Maju. Artinya TNI harus Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif. Salah satunya ya dengan kemampuan pertolongan pertama ini,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung yang dipandu tenaga kesehatan.
Salah seorang peserta, Koptu Asri PandiAri, mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang dinilai bermanfaat dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
“Sangat bermanfaat, Komandan. Selama ini kalau ada warga kecelakaan di desa, kami hanya bisa bawa ke Puskesmas. Sekarang kami tahu cara yang benar menolong sambil menunggu ambulans,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, Kodim 1403/Palopo berharap kemampuan pertolongan pertama para prajurit, Babinsa, pelajar, dan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat memberikan respons yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas TNI dengan masyarakat serta memastikan kehadiran TNI memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Luwu Raya.
















