Ragam

Inspiratif! Babinsa Satriwan Sisihkan Gaji untuk Cukur Gratis Warga Selama Empat Tahun

×

Inspiratif! Babinsa Satriwan Sisihkan Gaji untuk Cukur Gratis Warga Selama Empat Tahun

Sebarkan artikel ini
Babinsa Kodim 1403/Palopo,Sertu Satriwan saat memberikan layanan potong rambut gratis.di Desa Lino, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara.

SATUDATA.co.id | Luwu Utara – Berbekal sepeda motor dan peralatan cukur, seorang prajurit TNI yang bertugas sebagai Babinsa di Desa Lino, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, rutin menyambangi warga dan sekolah untuk memberikan layanan potong rambut gratis.

Sertu Satriwan, anggota Babinsa Kodim 1403/Palopo, yang selama empat tahun terakhir menjalankan aksi sosial tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga kurang mampu dan para pelajar.

Dengan peralatan cukur yang dibawa menggunakan sepeda motor, Satriwan menyusuri sejumlah ruas jalan dan mendatangi sekolah-sekolah di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut biasanya dimulai sejak pagi hingga menjelang sore.

Tak hanya menyasar pelajar, layanan cukur gratis itu juga diberikan kepada petani dan masyarakat di sejumlah desa. Bahkan, Satriwan kerap menawarkan jasa potong rambut gratis di masjid setiap Jumat sebagai bagian dari kegiatan sosial yang dilakukannya.

Menurut Satriwan, ide tersebut berawal dari keinginannya membantu masyarakat sekaligus menyalurkan hobinya di bidang barbershop. Ia memilih memberikan layanan cukur rambut karena melihat kebutuhan masyarakat terhadap jasa tersebut.

“Untuk kegiatan cukur gratis bagi masyarakat dan pelajar ini sudah sekitar empat tahun saya jalankan selama menjadi Babinsa. Setidaknya ada sekitar tiga desa yang sering saya datangi untuk melaksanakan program ini,” kata Sertu Satriwan, Jumat (25/9/2026).

Satriwan mengatakan seluruh layanan tersebut diberikan tanpa memungut biaya. Untuk membeli dan mengganti peralatan cukur serta kebutuhan pendukung lainnya, ia menyisihkan sebagian penghasilan yang diterimanya.

“Semuanya gratis, baik untuk pelajar di sekolah maupun petani dan masyarakat. Untuk perawatan dan membeli peralatan cukur baru, saya sisihkan dari gaji dan insentif yang saya terima,” ujarnya.

Dalam sehari, Satriwan mengaku mampu melayani hingga 20 orang. Ia tidak menetapkan batasan khusus bagi warga yang ingin menggunakan jasanya selama kegiatan tersebut berada di wilayah binaannya.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang orang tua siswa, Wawan Hermanto, mengatakan layanan cukur gratis yang dilakukan Satriwan sangat membantu keluarga, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Tidak ada tarif sama sekali, semuanya gratis. Bahkan anak saya sudah tidak pernah lagi cukur di pangkas rambut karena selalu menunggu Pak Babinsa datang ke sekolah. Kami sangat terbantu,” kata Wawan.

Bagi Satriwan, kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan layanan potong rambut. Ia ingin kehadirannya sebagai Babinsa dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kegiatan sederhana yang memberikan manfaat.

Selama empat tahun berjalan, layanan cukur gratis tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Satriwan terhadap warga di wilayah binaannya. Kegiatan itu sekaligus menjadi upaya meringankan beban masyarakat yang belum memiliki kesempatan atau kemampuan untuk membayar jasa pangkas rambut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *