Ragam

Pemkot Palopo Pacu Pengembangan Tiga SPAM, Perumda TM Target Layani 53.600 Pelanggan

×

Pemkot Palopo Pacu Pengembangan Tiga SPAM, Perumda TM Target Layani 53.600 Pelanggan

Sebarkan artikel ini
Walikota Palopo Naili Trisal bersama Direktur Perumda TM Palopo saat konsultasi di BBWS Pompengan-Jeneberang dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (7/10/2026). Foto: Ist

SATUDATA.co.id | Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo terus mendorong peningkatan pelayanan air minum bagi masyarakat dengan menyiapkan pengembangan tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), yakni SPAM Batu Papan, SPAM Battang, dan SPAM Latuppa.

Langkah tersebut dibahas dalam konsultasi Pemkot Palopo bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (7/10/2026).

Konsultasi tersebut dihadiri Wali Kota Palopo, Hj Naili Trisal, bersama jajaran Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Mangkaluku (TM) Palopo.

Konsultasi PERUMDA-TM Palopo di BPBPK Sulawesi Selatan. di Makassar, Rabu (7/10/2026). Foto: Ist

Direktur Perumda TM Palopo, Steven Hamdani, didampingi Dewan Pengawas Andi Enceng Amir, mengatakan pengembangan tiga SPAM tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan air baku sekaligus meningkatkan kapasitas produksi air minum guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.

“ Tiga SPAM tadi, Batu Papan, Battang, dan Latuppa, akan kita tambah kapasitasnya demi memenuhi semakin meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Steven Hamdani.

Steven menjelaskan, pengembangan akan dilakukan pada tiga sumber dan infrastruktur SPAM dengan penambahan kapasitas secara bertahap.

Untuk SPAM Batu Papan, kapasitas yang saat ini mencapai 50 liter per detik direncanakan meningkat menjadi 100 liter per detik.

Sementara SPAM Battang yang saat ini memiliki kapasitas 110 liter per detik direncanakan ditingkatkan menjadi 160 liter per detik.

Sedangkan SPAM Latuppa diusulkan memiliki kapasitas tambahan sebesar 20 liter per detik.

Pengembangan tersebut tidak hanya menyangkut peningkatan kapasitas produksi. Perumda TM juga mengusulkan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung air baku, mulai dari jaringan transmisi menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) hingga jaringan distribusi yang menyalurkan air kepada masyarakat.

Steven menyebutkan, kapasitas pelayanan air minum eksisting Perumda TM Palopo saat ini mencapai sekitar 550 liter per detik.

Dengan adanya rencana pengembangan dan penambahan kapasitas sekitar 120 liter per detik, program tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan pelayanan air minum di Kota Palopo.

“ Kalau sudah terwujud, kita berharap dapat melayani hingga sekitar 53.600 pelanggan,” kata Steven.

Saat ini, jumlah pelanggan Perumda TM Palopo tercatat sekitar 46 ribu pelanggan. Dari jumlah tersebut, sekitar 42 ribu pelanggan berstatus aktif, sedangkan sisanya masih berstatus pasif.

Meski mendapat dukungan dari pihak terkait, Steven mengatakan pelaksanaan pengembangan tiga SPAM tersebut masih membutuhkan sejumlah tahapan persiapan.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain Detail Engineering Design (DED), izin lingkungan, serta kesiapan lahan.

Pemenuhan dokumen dan persyaratan tersebut menjadi bagian penting sebelum program pengembangan infrastruktur dapat masuk ke tahap pelaksanaan pembangunan.

Menurut Steven, pengembangan SPAM merupakan bagian dari program Pemkot Palopo untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan cakupan pelayanan air minum bagi masyarakat.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pemerintah provinsi sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur air minum di Kota Palopo.

“Program Wali Kota Palopo ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan air minum. Berkat dukungan dan jaringan yang dimiliki Ibu Wali Kota di tingkat pusat dan provinsi, kami terus mendorong upaya peningkatan infrastruktur di Palopo,” pungkas Steven Hamdani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *