Ragam

Bupati Luwu Resmikan Jembatan Salubua–Kaili, Perkuat Konektivitas Suli Barat

2472
×

Bupati Luwu Resmikan Jembatan Salubua–Kaili, Perkuat Konektivitas Suli Barat

Sebarkan artikel ini
Bupati Luwu, Patahudding, didampingi Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, meresmikan Jembatan Salubua–Kaili di Kecamatan Suli Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Ist

SATUDATA.co.id | Luwu — Bupati Luwu, Patahudding, didampingi Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, meresmikan Jembatan Salubua–Kaili di Kecamatan Suli Barat, Jumat (13/2/2026).

Peresmian ini menandai rampungnya pembangunan jembatan yang menjadi penghubung utama antarwilayah di kecamatan tersebut.

Peresmian jembatan dilakukan di lokasi pembangunan dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu, anggota DPRD, serta masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu, Ikhsan Asaad, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Salubua–Kaili dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada 2018 dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar. Pembangunan kemudian dilanjutkan dan dituntaskan pada 2025 melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar kurang lebih Rp7 miliar.

Secara teknis, jembatan tersebut memiliki bentang sepanjang 60 meter dengan lebar 4,2 meter serta menggunakan mutu beton K-250 yang mampu menahan beban hingga 250 kilogram per sentimeter persegi. Jembatan Salubua juga ditetapkan sebagai program strategis daerah tahun 2025 karena nilai anggaran serta tingkat kompleksitas pekerjaannya.

Ikhsan menambahkan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan infrastruktur dan interkoneksi antar kecamatan maupun antar desa. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas dan keterjangkauan wilayah.

Anggota DPRD Kabupaten Luwu, Sukardi, mengapresiasi penyelesaian pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai, dalam satu tahun masa jabatan Bupati Luwu, satu infrastruktur strategis di Kecamatan Suli Barat berhasil diselesaikan.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu, Patahudding, menegaskan bahwa penyelesaian jembatan tersebut merupakan bagian dari realisasi program kerja pada tahun pertama masa kepemimpinannya. Ia mengungkapkan, pembangunan tetap dapat diselesaikan meskipun pada awal masa jabatan terjadi efisiensi anggaran daerah akibat penarikan ke pemerintah pusat sebesar kurang lebih Rp97 miliar.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Salubua–Kaili diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memangkas jarak dan waktu tempuh, serta memperlancar distribusi hasil produksi warga di Kecamatan Suli Barat.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Luwu turut memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah tahun 2026. Program tersebut meliputi pembangunan Bendungan Mamaran dan Bendungan Salubua, revitalisasi sarana pendidikan tingkat PAUD, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), bantuan 8 juta bibit kakao dari Kementerian Pertanian untuk lahan seluas 8.000 hektare, serta pemberangkatan umrah bagi 50 imam masjid dengan kriteria jumlah jamaah salat subuh terbanyak.

Selain meresmikan Jembatan Salubua–Kaili, Bupati Luwu juga meresmikan jembatan di Desa Muhajirin, Kecamatan Suli Barat, serta jembatan di Desa Posi, Kecamatan Bua.

Kedua jembatan tersebut dibangun menggunakan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun anggaran 2024 dengan pelaksanaan pekerjaan pada 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *