Peristiwa

Bupati Luwu Timur Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, 585 Kejadian Tercatat Sepanjang 2025

2496
×

Bupati Luwu Timur Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, 585 Kejadian Tercatat Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat pemeriksaan pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam, di Bundaran Bumi Batara Guru, Malili, Sabtu (29/11/2025). (Ist)

SATUDATA.co.id | Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur gelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam sebagai langkah memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana menghadapi potensi bencana.

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Bundaran Bumi Batara Guru, Malili, Sabtu (29/11/2025).

Apel diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Bupati Irwan, yang terdiri dari unsur BPBD, TNI, TNI AL, Polres, Polairud, Damkar, Tagana, PMI, SENKOM, PSC 119, BAZNAS, Dishub, Satpol PP, FKPPI, relawan, serta instansi terkait lainnya.

Bupati Irwan menyampaikan apresiasi kepada semua unsur siaga bencana yang telah hadir untuk memperkuat integrasi, kolaborasi, dan sinergi dalam penanggulangan bencana.

“Kolaborasi ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara bersama-sama,” tegasnya.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan pentingnya mengenali ancaman bencana, mempersiapkan evakuasi mandiri, serta memahami jalur evakuasi dan titik kumpul di kawasan rawan.

Ia juga menekankan perlunya terus memperkuat kemampuan rescue dan memastikan ketersediaan peralatan yang andal melalui latihan dan gladi kesiapsiagaan tanggap darurat.

Bupati Irwan memaparkan data BPBD Luwu Timur mengenai kejadian bencana sepanjang Januari–Oktober 2025 yang mencapai 585 kejadian dengan 1.547 warga terdampak.

Berikut rinciannya, 509 gempa bumi, 11 tanah longsor, 5 orang hilang (3 meninggal, 2 selamat), 22 cuaca ekstrem, 363 warga terdampak, 3 kebakaran hutan dan lahan, 13 kebakaran rumah, 525 warga terdampak, 22 banjir, 654 warga terdampak

“Data tersebut menunjukkan bahwa bencana bersifat tidak terduga sehingga kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Bupati juga menginstruksikan seluruh pihak untuk memperkuat komunikasi informasi bencana, melaksanakan edukasi berkelanjutan, serta melakukan simulasi tanggap bencana guna meningkatkan respon masyarakat.

Ia menambahkan bahwa penanganan cepat, pendataan korban, serta pemenuhan kebutuhan dasar sesuai SPM harus menjadi prioritas saat bencana terjadi. Kelompok rentan—ibu hamil, baduta, dan lansia—harus mendapat perhatian khusus.

Usai apel, Bupati Irwan didampingi Wakil Bupati Puspawati dan pejabat tinggi lainnya meninjau kesiapan personel serta mengecek langsung peralatan penanganan darurat untuk memastikan semuanya siap digunakan saat terjadi bencana. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *