Ragam

Datu Luwu Restui Perjuangan Provinsi Luwu Raya, Ini Sudah Waktunya, Terus Bersuara Secara Konstitusional

2371
×

Datu Luwu Restui Perjuangan Provinsi Luwu Raya, Ini Sudah Waktunya, Terus Bersuara Secara Konstitusional

Sebarkan artikel ini
Presidium GPPRL melakukan sowan dan silaturahmi kebangsaan kepada Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Tuanku Datu Luwu ke-40, H. Andi Maradang Mackulau, S.H.di Istana Kedatuan Luwu, Jumat (16/1/2026). Foto: Ari

SATUDATA.co.id | Palopo — Presidium Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya (GPPRL) melakukan sowan dan silaturahmi kebangsaan kepada Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Tuanku Datu Luwu ke-40, H. Andi Maradang Mackulau, S.H.

Pertemuan berlangsung di Istana Kedatuan Luwu, Jalan Ahmad Yani, Kota Palopo, Jumat (16/1/2026). Agenda utama adalah meminta restu, dukungan, dan doa atas perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Rombongan GPPRL dipimpin langsung Ketua Presidium, Karemuddin. Ia didampingi sekretaris serta jajaran presidium lainnya

Turut hadir sejumlah tokoh lintas elemen masyarakat. Di antaranya Ketua PHDI Luwu Utara Ketut Nuyasa, Ketua IKAT Luwu Utara Rahel Rabang, Ketua PGRI Luwu Utara Ismaruddin, serta Ketua Luwu Utara Trail Community (Lutrac) Alamsyah.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Datu Luwu di Istana Kedatuan. Suasana pertemuan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.

Dalam titahnya, Datu Luwu menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan GPPRL. Ia menilai gerakan tersebut lahir dari kesadaran dan aspirasi rakyat.

Datu Luwu menegaskan dukungan dan restu penuh terhadap perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Menurutnya, momentum saat ini sudah tepat.

“Saya memantau pergerakan ini. Menurut saya, ini sudah waktunya,” ujar Datu Luwu. Ia meminta agar perjuangan terus disuarakan secara konstitusional.

“Teruslah bersuara dengan lantang, tapi tetap damai. Jangan sampai energi positif berubah menjadi energi negatif,” tegasnya.

Datu Luwu juga mengajak seluruh rakyat Tana Luwu untuk terlibat aktif. Mulai dari Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Walenrang–Lamasi, Luwu Utara, hingga Luwu Timur.

Ia bahkan mengajak masyarakat hadir ke Istana Kedatuan pada 21 Januari mendatang. Tujuannya untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan bersatu.

Dalam pernyataan reflektif, Datu Luwu menyentuh sisi personal perjuangan ini. Ia menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi.

“Saya sudah berumur 70 tahun. Apa lagi yang saya kejar?” ucapnya. “Saya hanya ingin sebelum saya wafat, Provinsi Luwu Raya ini sudah terbentuk.”

Sementara itu, Ketua Presidium GPPRL Karemuddin menyampaikan terima kasih atas restu Datu Luwu. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penguat moral dan sejarah perjuangan.

“Restu Datu Luwu adalah energi besar bagi kami,” ujar Karemuddin. Ia menegaskan GPPRL akan terus bergerak secara konstitusional, damai, dan bermartabat demi terwujudnya Provinsi Luwu Raya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *