SATUDATA.co.id | Palopo – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mulai besok Kamis 12 Maret 2026 mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) kepada sekitar 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) penuh waktu.
Kepastian pencairan tersebut disampaikan langsung Wali Kota Palopo, Hj Naili Trisal, kepada awak media usai kegiatan buka puasa bersama di Rumah Jabatan SaokotaE pada Rabu, 11/3/2026.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Palopo Hj. Naili Trisal yang didampingi Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin Daud, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Zulkifli Halid, Kepala BPKAD Abdul Waris, Kepala BKPSDM Ilham Hamid, serta Kepala Dinas Kominfo-SP Hamsir Hamid.
Naili Trisal mengungkapkan, pencairan THR ini dilakukan setelah Pemkot Palopo menerima petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
“Juknisnya sudah ada, besok sudah mulai dilakukan pembayaran kepada 4.000 ASN dan P3K penuh waktu. Anggaran THR yang kita siapkan sebesar 22 Miliar 197 Juta, ditambah TPP sekitar 4 Miliar 450 Juta. Jadi kalau ditotal keseluruhannya anggaran yang digunakan kurang lebih 30 miliar,” ujar Wali Kota Palopo Hj. Naili Trisal.
Menurut Naili, proses pencairan dilakukan setelah BPKAD dan BKPSDM melakukan koordinasi intensif untuk memastikan administrasi dan mekanisme pembayaran berjalan sesuai ketentuan.
Naili mengakui jadwal pencairan THR sempat mengalami keterlambatan karena pemerintah daerah baru menerima juknis dari pemerintah pusat.
“Begitu juknisnya turun, kita langsung memproses pencairannya agar ASN dan P3K penuh waktu bisa segera menerima haknya,” katanya.
Pencairan THR dan TPP tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan pegawai pemerintah daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah – 2026 Masehi.
Wali Kota juga mengingatkan para ASN dan P3K Penuh Waktu, agar memanfaatkan tambahan penghasilan tersebut secara bijak, termasuk menunaikan kewajiban zakat.
Selain itu, ia mengimbau agar dana yang diterima dapat dibelanjakan di Kota Palopo sehingga turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Gunakan dengan bijak, jangan lupa bayar zakat, dan kalau bisa belanjakan di Palopo agar ekonomi daerah kita ikut bergerak,” pungkasnya.















