SATUDATA.co.id | Toraja Utara, – Beredar kabar yang mengejutkan, Kanit berinisial N dan Kasat Narkoba Polres Toraja Utara AKP AE sedang menjalani proses pemeriksaan oleh tim khusus pada Polda Sulsel
Pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Khusus Polda Sulsel terhadap Kanit dan Kasat Narkoba berkaitan dengan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang mengaitkan keduanya dengan kasus narkoba, yang diduga melibatkan bandar di Toraja.
Menanggapi kabar itu, kepada wartawan, Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Zulham Efendi, membenarkan hal tersebut. “Ia benar, kita (Polda Sulsel) sudah melakukan Penempatan Khusus (Patsus) untuk pemeriksaan awal.” dikutip dari harian.fajar.co.id, Minggu 22 Februari 2026.
Kabid Propam Polda Zulham Efendi menegaskan, agar kiranya masyarakat bersabar menunggu hasil pemeriksaan yang saat ini sedang berlangsung.
“Intinya tidak ada tempat untuk oknum main-main apalagi persoalan narkoba, ini akan diselidiki lebih lanjut sejauh apa keterlibatan dan masing-masing perannya,” tegas Kombes Pol Zulham Efendi yang dilansir dari harian.fajar.co.id, Minggu 22 Februari 2026.
Dikabarkan, kasus tersebut berawal dari terungkapnya kasus bandar narkoba berinisial ET alias O yang diamankan oleh personel Polres Tana Toraja, dengan jumlah barang bukti seberat 100 gram narkotika jenis sabu-sabu.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dari hasil BAP terhadap ET, terungkap dugaan adanya keterlibatan oknum anggota Polri pada Satuan Kerja (Satker) Polres Toraja Utara, yang disinyalir menerima setoran per minggu senilai 13 juta rupiah, sejak September 2025 lalu.
Menurut Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Efendi, bahwa, setelah dilakukan pemanggilan pada kedua terperiksa pada Kamis (19/2/26), menyampaikan masih ada pendalaman, bahkan bisa saja ada terduga lainnya.
“Masih ada pendalaman, bisa saja ada terduga lainnya ataupun tidak, intinya harap bersabar.” ujar Kombes Pol Zulham Efendi, dilansir dari harian.fajar.co.id, Minggu 22 Februari 2026.
“Kasus narkoba menjadi perhatian serius bagi Toraja, dan tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat.” pungkasnya.
Editor : Dedy Ariyanto
Sumber : harian.fajar.co.id















