SATUDATA.co.id | Luwu — CEO PT Aweidhia Crew Management, Trisal Tahir, menyatakan komitmennya untuk membantu taruna Politeknik Palopo serta masyarakat Kota Palopo agar dapat bekerja di kapal luar negeri.
Komitmen tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum di Kampus 2 Politeknik Palopo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Senin (9/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Trisal Tahir mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 PT Aweidhia Crew Management menyiapkan 30 kuota praktik lapangan (Prala) bagi taruna pelaut Politeknik Palopo sebagai bagian dari persiapan menuju dunia kerja internasional.
Kuliah umum tersebut diikuti oleh 32 taruna yang tengah dipersiapkan sebagai calon perwira dan kapten kapal. Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung interaktif dan penuh semangat. Trisal membakar motivasi taruna dengan yel-yel khas dunia pelaut, yang disambut antusias oleh para peserta.
Dalam paparannya, Trisal menekankan bahwa penguasaan Bahasa Inggris merupakan syarat utama bagi pelaut yang ingin berkarier di kapal internasional. Ia juga mendorong taruna untuk menjadi smart shipper atau pelaut cerdas yang mampu mengikuti perkembangan teknologi pelayaran modern.
” Kalau mau berlayar di luar negeri, kuasai Bahasa Inggris. Jadilah smart shipping, pelaut cerdas dan kompeten, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi. Kapal saat ini sudah serba digital,” tegas Trisal Tahir.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah sistem kerja pelaut secara signifikan. Jika sebelumnya navigasi kapal masih mengandalkan pengamatan manual, kini seluruh sistem telah berbasis digital dan terintegrasi melalui ruang kendali (control room).
“Sekarang navigasi, pemantauan, hingga pengendalian kapal dilakukan melalui sistem digital otomatis yang dilengkapi data real time,” jelasnya.
Menurut Trisal, taruna Politeknik Palopo harus mampu beradaptasi dengan kapal modern yang telah dilengkapi radar, GPS, peta elektronik, sistem navigasi digital, serta akses internet yang menjadi fasilitas standar kapal internasional.
Selain kompetensi teknis, Trisal juga menegaskan pentingnya keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam dunia pelayaran.
“Safety first. Tidak ada gunanya bekerja di kapal jika mengabaikan keselamatan. Hindari human error dan patuhi standar operasional prosedur,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa dunia pelayaran memiliki struktur kepemimpinan dan disiplin yang ketat, dengan kapten sebagai pemegang otoritas tertinggi di atas kapal. Karena itu, kedisiplinan waktu, etos kerja, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi nilai yang tidak bisa ditawar.
“Berlayar bukan tujuan akhir. Jadikan itu pengalaman. Setelahnya, kalian bisa berkarier di darat, membangun perusahaan pelayaran, atau usaha lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Palopo, H. Kemal Eden, dalam pernyataan penutupnya mengapresiasi kuliah umum tersebut dan mendorong taruna untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Jadilah pelaut cerdas. Mulai sekarang, pacu diri kalian untuk menguasai Bahasa Inggris dan kompetensi profesional,” tutupnya.















