Headline News

Pemuda Mappedeceng Suarakan Dukungan Penuh Pemekaran Provinsi Luwu Raya : Harga Mati

123
×

Pemuda Mappedeceng Suarakan Dukungan Penuh Pemekaran Provinsi Luwu Raya : Harga Mati

Sebarkan artikel ini
Pemuda Mappedeceng Luwu Utara nyatakan sikap akan berjuang untuk pembentukan Provinsi Luwu Raya. Foto : SATUDATA.co.id. Rabu 28 Januari 2026.

SATUDATA.co.id | Luwu Utara – Arus dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali menguat dari akar rumput. Kali ini, sejumlah pemuda di Desa Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, secara terbuka menyatakan sikap mendukung penuh pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Salah satu tokoh pemuda Mappedeceng, Rifki, menegaskan bahwa aspirasinya bukan sekadar keinginan sesaat, melainkan kebutuhan mendesak demi masa depan generasi mendatang, dimana menurutnya, identitas dan kemandirian Luwu Raya adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan lagi.

“Bagi kami, pembentukan Provinsi Luwu Raya adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ini tentang harkat, martabat, dan masa depan tanah kelahiran kami,” ujar Rifki dalam keterangannya, Rabu 28 Januari 2026.

Senada dengan hal tersebut, praktisi hukum dan advokat, M. Akbar, memberikan penguatan dari sudut pandang yuridis dan tata kelola wilayah.

M. Akbar menilai, luasnya wilayah Luwu Raya saat ini membuat rentang kendali koordinasi dengan pemerintah provinsi di Makassar menjadi terlalu jauh, sehingga menghambat percepatan pembangunan.

Dalam keterangannya M.Akbar menekankan dua poin utama mengapa pemekaran tersebut sangat krusial, yang pertama mempermudah pelayaran publik, yang kedua agar Tana Luwu mengelola kekayaan sumber daya alamnya secara mandiri.

” Dua poin utama, pertama, Aksesibilitas, untuk mempermudah pelayanan publik agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak ratusan kilometer untuk urusan administratif di tingkat provinsi, kemudian yang kedua, Kemandirian Ekonomi, agar Tana Luwu mengelola Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) secara mandiri agar lebih optimal untuk kesejahteraan rakyatnya,” terang M.Akbar.

Selain itu, M. Akbar juga menjelaskan, bahwa perjuangan ini sejalan dengan filosofi leluhur Tana Luwu dengan slogan “Wanua Mappatuo Na Ewai Alena” (negeri yang menghidupi dan mampu berdiri di atas kaki sendiri) menjadi landasan moral bahwa Luwu Raya sudah sangat layak untuk mengurus rumah tangganya sendiri.

“Dengan potensi SDA yang melimpah, mulai dari sektor pertambangan, pertanian, hingga kelautan, sudah saatnya kita mengelola kekayaan ini dengan semangat kemandirian sesuai slogan kita,” tutup M.Akbar.

Dukungan dari pemuda Mappedeceng ini diharapkan mampu memicu gelombang dukungan serupa di wilayah-wilayah lain di Luwu Raya agar perjuangan pemekaran ini segera membuahkan hasil nyata di tingkat pusat. (Dedy Awi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *