SATUDATA.co.id | Palopo – Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2026 di Masjid Asshabirin Lapas Palopo, Kamis (29/01/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi jajaran petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam memperkuat keimanan serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari proses pembinaan.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tilawah oleh WBP, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lapas Kelas IIA Palopo yang diwakili oleh Kasi Binadik.
Dalam keterangannya, Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna penting dalam membangun kesadaran spiritual warga binaan.
“Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum bagi kita semua, khususnya WBP, untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki diri. Kami berharap nilai-nilai spiritual yang didapat hari ini dapat menjadi bekal dalam menjalani proses pembinaan, sehingga ke depan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Jose Quelo.
Ceramah agama disampaikan oleh Ustad Drs. Bachtiar Nawir, S.Ag., M.H dari Kementerian Agama Kota Palopo. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW serta menjadikan shalat sebagai pondasi perubahan diri.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita bahwa perubahan hidup dimulai dari shalat. Siapa yang menjaga shalatnya, insyaAllah Allah akan jaga hidupnya. Tidak ada manusia yang sempurna, tapi setiap orang punya kesempatan untuk memperbaiki diri,” tutur Ustad Bachtiar Nawir.
Kegiatan ini turut dihadiri penyuluh agama Kemenag Kota Palopo, pejabat struktural, staf Lapas Kelas IIA Palopo, serta seluruh WBP. Suasana acara berlangsung tertib, aman, dan khidmat.
Secara keseluruhan, peringatan Isra Mi’raj Tahun 2026 di Lapas Kelas IIA Palopo berjalan lancar dan terkendali. Melalui kegiatan ini, Lapas Palopo berharap pembinaan spiritual menjadi penguat karakter warga binaan sekaligus mempertegas komitmen dalam mewujudkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.















