Ragam

Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Jadi Ajang Muhasabah Diri Perjalanan Hidup

×

Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Jadi Ajang Muhasabah Diri Perjalanan Hidup

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud saat membacakan sambutan peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Luwu Palopo, Jumat (6/3/2026). Foto: Fatmawati

SATUDATA.co.id | Palopo – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo bekerja sama dengan Pengurus Masjid Agung Luwu Palopo menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Luwu Palopo, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Sosial dan Kemasyarakatan Kota Palopo.”

Peringatan malam turunnya Al-Qur’an itu dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Palopo Zulkifli Halid, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin Daud menyampaikan, peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk merefleksikan sejarah serta makna spiritual dari turunnya kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, Al-Qur’an diturunkan bukan hanya sebagai petunjuk bagi umat Islam, tetapi juga sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia dan alam semesta.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal satu sama lain.

“Karena itu, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum untuk memperkuat semangat ukhuwah Islamiyah serta persaudaraan antar sesama warga, khususnya masyarakat Kota Palopo,” ujar Akhmad Syarifuddin Daud

Selain sebagai momentum mempererat persaudaraan, peringatan Nuzulul Qur’an juga dimaknai sebagai ajang muhasabah atau introspeksi diri terhadap perjalanan hidup, termasuk dalam pelaksanaan pembangunan di daerah.

Akhmad Syarifuddin Daud yang akrab disapa Ome menegaskan Pemerintah Kota Palopo terus berupaya mewujudkan visi pembangunan “Palopo Baru”, yakni melakukan pembaruan terhadap berbagai program yang dinilai belum sempurna, sekaligus menjaga kesinambungan program-program sebelumnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan dalam kehidupan sosial bermasyarakat sangatlah penting. Kitab suci ini bukan sekadar untuk dibaca, tetapi menjadi pedoman yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, serta lingkungan,” ucap Ome

Oleh karena itu, Ome menyampaikan, peringatan Nuzulul Qur’an dimaknai sebagai upaya untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam mengayomi masyarakat serta mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera, baik lahir maupun batin.

Hal tersebut dilakukan melalui pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas hidup masyarakat tanpa diskriminasi, serta pelaksanaan program yang berlandaskan aturan, kearifan lokal, dan nilai-nilai ajaran Islam.

Di akhir sambutannya, Ome mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan diri membaca, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW, “Khairukum man ta‘allamal Qur’ana wa ‘allamahu,” yang berarti sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

“Semoga kita semua termasuk hamba yang mencintai Al-Qur’an dan kelak mendapatkan syafaat atas kecintaan kita terhadap kitab suci tersebut,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *