SATUDATA.co.od | Palopo,- Hujan deras di wilayah Rante Maloling Kelurahan Peta Kecamatan Sendana Kota Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa hari lalu, tepatnya pada Jumat 21 November 2025 akibatkan terjadinya tanang longsor, hingga material tanah, bebatuan dan ranting kayu menutup badan jalan.
Karena merupakan akses jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat setempat, sebagai jalur transportasi menuju Kota Palopo, ke kebun, juga menghubungkan beberapa wilayah lainnya, sehingga warga bersepakat melakukan gotong royong bersihkan material longsor.
Warga setempat, yang juga ikut dalam kegiatan gotong royong, menyebutkan, setelah pihak pemerintah datang melakukan peninjauan lokasi, hingga saat ini (Kamis, 27 November 2025) alat berat atau bantuan dari pemerintah belum juga tiba.
” Pihak pemerintah sudah pernah datang melihat dan meninjau lokasi, namun hingga hari ini belum juga tiba alat berat atau bantuan lainnya, untuk membersihkan jalan maka kami bergotong royong, karena merupakan akses transportasi yang sangat kami butuhkan,” katanya.
Sebelumnya, Muhasim Ketua RT 01/RW 02 Rante Maloling Kelurahan Peta menerangkan, bahwa, dampak tanah longsor tersebut menutup saluran drainase dan jalan umum, sehingga masyarakat Tandung tidak dapat masuk ke Kota Palopo.
” Ini air hujan mengikis dinding tanah sehingga terjadi longsor, dan menutup drainase, sehingga air hujan tidak lagi mengalir ke drainase tapi dijalan,” terang Muhasim, melalui pesan singkat WhatsApp, pada hari Sabtu 22 November 2025, sekira pukul 07.00 Wita.
Dengan semangat dan solidaritas yang tinggi dan jalur tersebut merupakan akses transportasi yang dibutuhkan, maka warga setempat memutuskan, tidak ada hal lain lagi yang dapat dilakukan, selain bergotong royong.
Dengan kejadian ini, memperlihatkan begitu besar harapan masyarakat, begitu solidnya mereka, demi jalur transportasi yang memadai, yang dapat digunakan sehari-hari untuk mencari nafkah menghidupi keluarga kecil mereka.
Penulis Artikel : Muh Farawansyah
Editor Artikel : Redaksi















