Peristiwa

Ribuan Masyarakat Luwu Utara Gelar Long March Tuntut DOB Provinsi Luwu Raya

2489
×

Ribuan Masyarakat Luwu Utara Gelar Long March Tuntut DOB Provinsi Luwu Raya

Sebarkan artikel ini
Ribuan Masyarakat Kabupaten Luwu Utara long march menuju Monumen Masamba Affair menuntut percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya, Kamis (23/1/2026). Foto: Ari

SATUDATA.co.id | Luwu Utara — Ribuan Masyarakat Kabupaten Luwu Utara gelar aksi konvoi dan long march untuk menuntut percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya, Kamis (23/1/2026).

Aksi dimulai dari Jalan Lingkar Tugu Coklat dan berakhir di Monumen Masamba Affair. Massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat memadati ruas-ruas jalan utama Kota Masamba.

Dalam aksinya, massa mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar segera merealisasikan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang meliputi Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu, dan Kota Palopo.

Peserta aksi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan pemekaran wilayah serta seruan pemerataan dan keadilan pembangunan bagi masyarakat Luwu Raya.

Ketua Presidium Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya, Karemuddin, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan gerakan konstitusional yang lahir dari aspirasi rakyat.

“Aksi ini adalah aksi konstitusi, menuntut janji sejarah tentang pemekaran Provinsi Luwu Raya,” ujar Karemuddin dalam orasinya.

Menurut Karemuddin, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya bukanlah agenda elit politik, melainkan kehendak murni masyarakat.

“Ini adalah perjuangan yang lahir dari hati nurani rakyat, menuntut keadilan wilayah, keadilan pembangunan, dan kemanusiaan. Provinsi Luwu Raya adalah sebuah keharusan untuk menjawab ketimpangan pembangunan di kawasan timur Indonesia,” tegasnya.

Karemuddin juga berharap agar pemerintah pusat segera merespons aspirasi masyarakat Luwu Raya yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.

Perlu diketahui, Aksi ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80, yang dinilai memiliki nilai historis kuat dalam perjuangan masyarakat Tana Luwu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *