SATUDATA.co.id | Palopo – Peresmian SPPG ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Staf Ahli Wali Kota Palopo Bidang Kesejahteraan Rakyat, Taufiq Gurrachman, mewakili Wali Kota Palopo saat hadiri Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Takkalala 01, di Jalan Idrus Kambau, Kecamatan Wara Selatan, Kamis (15/1/2026).
Kepala SPPG Takkalala 01, Nuri Hadriyani, dalam laporannya menyampaikan bahwa Program MBG telah berjalan selama satu tahun, terhitung sejak 6 Januari 2025. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan, jumlah SPPG mengalami peningkatan signifikan, dari 190 unit di awal pelaksanaan, kini berkembang menjadi 19.188 SPPG yang beroperasi di 514 kabupaten/kota.
Adapun sasaran utama Program MBG meliputi peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Memasuki tahun 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas cakupan penerima manfaat kepada guru, tenaga kependidikan, serta kader posyandu.
“Dengan bertambahnya SPPG, kami berharap dapat membantu pemerintah mewujudkan keberhasilan Program MBG.
Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga dan menyukseskan program ini demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” ujar Nuri Hadriyani.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Palopo Bidang Kesejahteraan Rakyat, Taufiq Gurrachman, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Palopo atas kehadiran SPPG Takkalala 01.
“Di wilayah Kecamatan Wara Selatan, kehadiran SPPG ini merupakan langkah maju dalam mendukung percepatan program dan kebijakan pemerintah, khususnya dalam pemenuhan gizi dan penguatan ketahanan pangan bagi generasi bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pengelola SPPG Takkalala 01 menjadikan berbagai kejadian yang sempat terjadi di sejumlah SPPG lain sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran, sehingga kekurangan dan kelalaian dalam pengelolaan program dapat dihindari.
Taufiq menekankan pentingnya pengelolaan SPPG secara profesional, sesuai standar Badan Gizi Nasional, serta mendorong pemberdayaan sumber daya manusia lokal yang kompeten. Selain itu, kualitas makanan dan layanan harus menjadi prioritas utama.
Untuk memastikan program MBG berjalan aman dan tepat sasaran, ia juga meminta agar SPPG Takkalala 01 membuka layanan informasi dan pengaduan masyarakat.
“Peran masyarakat sangat penting dalam mengawasi dan memantau pelaksanaan program ini, agar selain tepat sasaran, juga mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan kemanusiaan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Palopo, lanjut Taufiq, akan terus melakukan pemantauan terhadap seluruh SPPG yang beroperasi, karena persoalan gizi tidak hanya menyangkut angka, tetapi juga kualitas hidup dan masa depan generasi bangsa.
“Kita ingin anak-anak di Kota Palopo tumbuh kuat, sehat, cerdas, kompetitif, dan berkarakter, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.















