SATUDATA.co.id | Luwu Utara – Polres Luwu Utara menggelar tes urine mendadak bagi PJU, perwira, Kapolsek jajaran, Sipropam, dan Polwan, Rabu (25/2/2025).
Pemeriksaan ini merupakan langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika di internal. Kegiatan dilakukan tanpa pengecualian.
Tes dipusatkan di Masjid Al Ikhlas Polres Luwu Utara dan dipimpin Wakapolres Luwu Utara, Andi Muh. Syafei. Seluruh personel mengikuti prosedur pemeriksaan oleh tim Sidokkes. Propam melakukan pengawasan ketat selama proses berlangsung.
Andi Muh. Syafei menegaskan perang terhadap narkoba harus dimulai dari internal. “Kita tidak bisa tegas ke luar jika internal tidak bersih. Tidak ada toleransi,” tegasnya. Ia memastikan seluruh anggota diperiksa tanpa pandang bulu.
Ia juga menambahkan, “Siapa pun yang terbukti terlibat, akan diproses sesuai aturan.” Pernyataan itu menjadi peringatan keras bagi seluruh personel. Penegakan disiplin disebut sebagai komitmen bersama.
Kasi Propam Polres Luwu Utara, Burhanuddin Karim, memastikan pengawasan tidak berhenti pada satu kegiatan. “Pemeriksaan akan dilakukan secara berkala dan acak,” ujarnya. Langkah ini untuk menjaga integritas personel.
Seluruh Kabag, Kasat, KBO, Kasi, hingga Kapolsek jajaran menjalani tes urine. Personel Sipropam turut diperiksa sebagai bentuk keteladanan internal. Pelaksanaan berlangsung tertib dan profesional.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba. Meski demikian, pimpinan mengingatkan komitmen harus dijaga berkelanjutan. Upaya pencegahan akan terus diperkuat.
Kapolres Luwu Utara, Nugraha Pamungkas, menegaskan tidak ada ruang bagi penyimpangan narkotika. “Saya tidak ingin ada anggota yang bermain-main dengan narkoba,” tegasnya. Ia menekankan sanksi akan diberikan secara jelas dan tegas.
“Integritas adalah harga mati. Polres Luwu Utara harus menjadi contoh dalam perang melawan narkoba,” tutupnya. Langkah ini menjadi pesan kuat bahwa perang terhadap narkoba dimulai dari dalam institusi.















