Ragam

Tokoh Adat Rampi Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Provinsi Luwu Raya

2469
×

Tokoh Adat Rampi Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Provinsi Luwu Raya

Sebarkan artikel ini
Tokoh masyarakat adat Rampi di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin, pada Rabu (21/1/2026). Foto: Ari

SATUDATA.co.id | Luwu Utara – Tokoh masyarakat adat Rampi menyatakan sikap dukungan penuh terhadap pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya. Dukungan ini disampaikan sebagai bentuk harapan akan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat di wilayah terpencil pegunungan.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan tokoh adat Rampi, yakni Ibu Herlina, Karel S. Naray, Yulius Sigi, dan Emus Gerosi. Penyampaian dukungan dilakukan di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Luwu Utara, Karemuddin, pada Rabu (21/1/2026).

Salah satu tokoh adat Rampi, Karel S. Naray, menegaskan bahwa dukungan tersebut mewakili suara masyarakat Ada’ Woi’ Rampi atau Adat Tanah Rampi. Ia menyebut pemekaran Provinsi Luwu Raya merupakan kebutuhan nyata, bukan sekadar wacana politik.

“Kami mewakili seluruh masyarakat adat Rampi menyatakan dukungan penuh terhadap terbentuknya Provinsi Luwu Raya. Tujuannya jelas, untuk mempercepat pembangunan dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata,” ujar Karel.

Menurutnya, selama ini masyarakat adat di wilayah pegunungan seperti Rampi masih tertinggal dari sisi infrastruktur, pelayanan dasar, dan akses pembangunan. Pemekaran dinilai sebagai jalan untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan agar perhatian negara lebih dekat dan nyata dirasakan masyarakat adat.

“Kami ingin kehidupan masyarakat adat Rampi lebih baik, baik dari segi jalan, pendidikan, kesehatan, maupun aspek lainnya. Pemekaran ini penting agar wilayah terpencil tidak terus terpinggirkan,” tegas Karel.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara sekaligus Presidium Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya (GPPRL), Karemuddin, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menilai dukungan masyarakat adat menjadi kekuatan moral dan sosial yang sangat penting dalam perjuangan pemekaran.

“Dukungan dari masyarakat adat Rampi menunjukkan bahwa perjuangan Provinsi Luwu Raya adalah kebutuhan riil rakyat, terutama mereka yang selama ini berada di wilayah terjauh dari pusat kekuasaan. Ini bukan kepentingan elit, tapi perjuangan keadilan wilayah,” pungkas Karemuddin.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *