SATUDATA.co.id | Luwu — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV tingkat Kabupaten Luwu resmi dibuka di Lapangan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berkeadaban, Moderat, Menuju Luwu yang Unggul dan Berkarakter.”
Pembukaan MTQ dilakukan oleh Bupati Luwu, H. Patahudding, dan dihadiri Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak, Kepala Kementerian Agama Luwu, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Hj. Kurniah Patahudding, Maddika Ponrang, Maddika Bua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan hakim, panitia, serta ribuan warga.
Sebanyak 525 peserta dari 22 kecamatan mengikuti MTQ tahun ini. Mereka berkompetisi pada 24 cabang lomba yang terbagi dalam 48 golongan putra dan putri. Selain peserta, kegiatan ini juga diramaikan hampir 3.000 penggembira.
Acara pembukaan diawali dengan defile kafilah yang menampilkan ciri khas masing-masing kecamatan, dilanjutkan tarian kolosal “Mabbulo Sara ri Luwu” yang menggambarkan sejarah masuknya Islam di Tana Luwu.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Luwu juga melantik Dewan Hakim MTQ XXXIV, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Ma’ruf, juara nasional MTQ disabilitas, serta pengibaran bendera MTQ oleh Paskibra Kabupaten Luwu.
Ponrang tercatat menjadi tuan rumah MTQ tingkat kabupaten untuk pertama kalinya sejak terakhir digelar di lokasi yang sama pada 1975 atau sekitar 51 tahun lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu H. Patahudding menegaskan bahwa MTQ memiliki peran strategis dalam membangun generasi Qur’ani.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi momentum membentuk generasi yang mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, tema MTQ tahun ini diharapkan menjadi landasan pembentukan masyarakat yang berakhlak mulia, bersikap moderat, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Luwu sangat mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat religius dan berkarakter demi terwujudnya Luwu yang maju dan unggul,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Ponrang dan seluruh masyarakat atas kesiapan dan kerja keras dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ. Ia berharap ajang ini melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu mengharumkan nama Luwu di tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu, Maddika Ponrang menyampaikan rasa syukur atas kembali digelarnya MTQ di Lapangan Padang Sappa setelah lebih dari lima dekade.
Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga persaudaraan. “Kompetisi ini harus tetap mengedepankan nilai kekeluargaan dan silaturahmi,” ujarnya.
Ketua Panitia MTQ XXXIV, Ahyar Kasim, menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ bertujuan memperkuat syiar Islam serta membumikan pengamalan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“MTQ ini menjadi sarana penjaringan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik untuk mewakili Kabupaten Luwu pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dijadwalkan berlangsung April 2026 di Kabupaten Maros,” jelasnya.
Ia menambahkan, MTQ XXXIV merupakan yang paling meriah dalam 20 tahun terakhir, baik dari jumlah peserta maupun antusiasme masyarakat.
Dengan pelaksanaan MTQ ini, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat serta memperkuat kerukunan umat di daerah tersebut.















