SATUDATA.co.id | Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa di Lapangan Andi Djemma, Belopa, Selasa (20/10/2026), sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam memohon pertolongan Allah SWT sekaligus menguatkan kepedulian terhadap dampak kekeringan, khususnya terhadap kebutuhan air bersih dan sektor pertanian.
Shalat Istisqa diikuti Bupati Luwu, H. Patahudding, bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Melalui pelaksanaan ibadah ini, para jemaah memanjatkan doa agar hujan segera turun sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat dan mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian.

Dalam khutbahnya, Ustadz Masdin Udu, Lc mengajak jemaah untuk menyadari keterbatasan manusia dan senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa air, hujan, awan, dan seluruh sumber kehidupan merupakan karunia Allah SWT yang patut disyukuri serta dijaga.
Khatib juga menekankan pentingnya memperbanyak istigfar, bertobat, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Dengan mengutip Surah Nuh ayat 10–12, ia menjelaskan pesan tentang pentingnya memohon ampunan kepada Allah SWT sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kesulitan dan memohon keberkahan berupa turunnya hujan.
“Jangan hanya memikirkan tanah yang kering, periksalah jangan-jangan hati kita pun telah mengering. Ketika kita membutuhkan air, ingatlah bahwa kita lebih membutuhkan ampunan Allah,” demikian pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut.
Selain itu, Ustadz Masdin mengimbau masyarakat agar tidak saling menyalahkan atas kondisi kekeringan yang terjadi. Ia mengajak jemaah melakukan introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, menjaga silaturahmi, memenuhi hak sesama, serta memperkuat rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Sementara itu, Bupati Luwu, H. Patahudding, menyampaikan pelaksanaan shalat istisqa merupakan ikhtiar bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk memohon rida serta pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun.
“Semoga hujan segera turun membawa keberkahan, menghidupkan kembali tanah yang kering, serta membantu memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat dan sektor pertanian,” ungkap Patahudding seusai mengikuti salat berjemaah.
H Patahudding berharap kebersamaan dalam pelaksanaan ibadah tersebut dapat memperkuat keimanan, solidaritas sosial, dan semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan.
Selain melalui ikhtiar spiritual, upaya menghadapi kekeringan juga memerlukan kepedulian bersama dan langkah nyata untuk mengantisipasi dampaknya. Pemenuhan kebutuhan air bersih, perhatian terhadap kondisi lahan pertanian, serta penguatan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi aspek penting dalam menghadapi situasi tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu bersama masyarakat berharap hujan segera turun dan membawa manfaat bagi kehidupan warga. Kebersamaan tersebut juga diharapkan menjadi penguat semangat untuk menghadapi dampak kekeringan melalui doa, kepedulian sosial, dan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan Shalat Istisqa ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding, Ketua Bidang I TP-PKK Kabupaten Luwu, Ny. Nilasari Dhevi Bijak, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh. Rudi, para asisten daerah; unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.
















