Ragam

Sekda Luwu Buka Rakor Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah se-Sulsel

×

Sekda Luwu Buka Rakor Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah se-Sulsel

Sebarkan artikel ini
Sekda Luwu Muh Rudi buka Rakor Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu, Rabu (21/10/2026). Foto: Ist

SATUDATA.co.id | Luwu – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu, Muh. Rudi, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan terkait Pengendalian, Monitoring, dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah Tahun 2025–2026 serta Persiapan Evaluasi RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025–2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu, Rabu (21/10/2026).

Rapat koordinasi ini bertujuan mengevaluasi capaian pembangunan daerah, menyelaraskan program prioritas pemerintah pusat dan daerah, serta mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan. Forum tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Muh. Rudi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir di Kabupaten Luwu. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan Sulawesi Selatan yang maju dan berkelanjutan.

Menurutnya, monitoring dan evaluasi tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kewajiban administratif atau kegiatan untuk mengukur tingkat penyerapan anggaran. Keduanya harus menjadi instrumen untuk memastikan bahwa program pembangunan dilaksanakan sesuai perencanaan, menjawab kebutuhan masyarakat, dan menghasilkan dampak yang dapat dirasakan secara langsung.

“Jika perencanaan adalah kompas, maka monitoring dan evaluasi adalah cermin. Kompas menunjukkan arah, sedangkan cermin menunjukkan apakah kita sudah berada di jalur yang benar. Kita tidak datang hanya untuk melaporkan berapa anggaran terserap, tetapi juga untuk menjawab apakah pembangunan ini benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Muh. Rudi.

Muh Rudi menegaskan empat hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi, yakni penggunaan data yang akurat dan objektif, penyelarasan program strategis nasional dengan kebutuhan daerah, peningkatan kualitas data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta penyusunan tindak lanjut yang konkret dan terukur.

Muh. Rudi menambahkan, setiap hasil evaluasi harus menghasilkan rekomendasi yang jelas, termasuk langkah perbaikan yang perlu dilakukan, pihak yang bertanggung jawab, serta batas waktu penyelesaiannya. Dengan demikian, evaluasi tidak berhenti pada pelaporan, tetapi menjadi dasar perbaikan pelaksanaan pembangunan berikutnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Yanuar Fad, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Luwu atas fasilitasi penyelenggaraan rapat koordinasi tersebut.

Yanuar menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi berperan penting dalam memantau perkembangan pelaksanaan pembangunan, baik dari aspek fisik maupun keuangan. Melalui proses tersebut, hambatan dapat diidentifikasi sejak dini sehingga langkah korektif dapat dilakukan untuk menjaga kesesuaian pelaksanaan program dengan target yang telah ditetapkan.

Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan kebijakan pembangunan kabupaten/kota dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah pusat, termasuk program strategis nasional serta arahan Presiden. Menurutnya, koordinasi antarpemerintah diperlukan agar pengelolaan sumber daya dan anggaran tidak hanya berorientasi pada penyerapan, tetapi juga menghasilkan keluaran dan dampak pembangunan yang berkualitas.

Lebih lanjut, Yanuar memaparkan empat agenda utama dalam rapat koordinasi tersebut, yaitu evaluasi capaian indikator kinerja pembangunan daerah, penyelarasan program strategis daerah dengan arahan Presiden, identifikasi hambatan dan isu strategis, serta perumusan rencana tindak lanjut.

Pembahasan keempat agenda tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang konkret dan solutif, termasuk identifikasi dukungan yang diperlukan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk mengatasi berbagai kendala pembangunan di daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bapperida Kabupaten Luwu, Muh. Arsal, Yanuar Fad selaku perwakilan Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, serta perwakilan Bappelitbangda/Bapperida kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat memperkuat kesamaan persepsi, meningkatkan kualitas data pembangunan, serta menyelaraskan program dan kebijakan lintas pemerintahan. Hasil monitoring dan evaluasi selanjutnya diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan langkah perbaikan pembangunan yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *