Ragam

Sidang Sinode AM XXVI Gereja Toraja Dibuka di Palopo, Diikuti 550 Utusan

×

Sidang Sinode AM XXVI Gereja Toraja Dibuka di Palopo, Diikuti 550 Utusan

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Wali Kota Palopo Bidang Kesejahteraan Rakyat, Drs. Taufik Gurrahman saat hadiri kegiatan Sidang Sinode Am (AM) XXVI Gereja Toraja yang berlangsung di Gedung Luwu Convention Center (LCC), Kamis (9/7/2026). Foto: Ist

SATUDATA.co.id | Palopo – Pemerintah Kota Palopo secara resmi menyambut pelaksanaan Sidang Sinode Am (AM) XXVI Gereja Toraja yang berlangsung di Gedung Luwu Convention Center (LCC), Kota Palopo, pada 9–14 Juli 2026. Perhelatan gerejawi berskala nasional ini dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Palopo Bidang Kesejahteraan Rakyat, Drs. Taufik Gurrahman mewakili Wali Kota Palopo, Kamis (9/7/2026).

Sidang Sinode AM XXVI mengusung tema “Teguh Dalam Kebenaran, Bertumbuh Dalam Kasih” yang diambil dari Efesus 4:15. Sebanyak 550 utusan dari berbagai wilayah pelayanan Gereja Toraja mengikuti persidangan yang akan berlangsung selama enam hari.

Dalam sambutannya, Taufik Gurrahman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Palopo sebagai tuan rumah. Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi bukti bahwa Palopo merupakan kota yang menjunjung tinggi keberagaman, toleransi, dan moderasi beragama.

“Atas nama Pemerintah Kota Palopo, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Sidang Sinode AM XXVI Gereja Toraja. Kehadiran seluruh peserta menjadi kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Kota Palopo. Kepercayaan ini menunjukkan bahwa Palopo adalah daerah yang mampu menjaga kerukunan dalam keberagaman,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Gereja Toraja dalam membina kehidupan rohani umat sekaligus menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan Gereja Toraja perlu terus diperkuat, tidak hanya dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga pada bidang pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi, ketahanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan umat.

“Tema sidang ini sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Luwu, yakni sikamali, siangga, dan siangkaran yang berarti saling mengasihi, saling menghargai, dan saling menopang. Kami berharap sidang ini melahirkan keputusan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi umat, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Taufik mendoakan agar seluruh rangkaian Sidang Sinode AM XXVI berjalan lancar, tertib, dan menghasilkan keputusan terbaik. Ia juga berharap hubungan persaudaraan antara masyarakat Tana Luwu dan Toraja semakin erat, sebagaimana filosofi “tang sisarak mata mabusa na mata malotong”, yang bermakna tidak terpisahkan seperti hitam dan putihnya mata.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Pnt. David Somalinggi, S.T., melaporkan bahwa Sidang Sinode AM XXVI diikuti 550 utusan dari berbagai daerah dan wilayah pelayanan Gereja Toraja. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan, baik melalui tenaga, pemikiran, maupun dukungan material.

Pembukaan Sidang Sinode AM XXVI turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Palopo, anggota DPR RI, jajaran pemerintah kabupaten/kota se-Tana Luwu dan Toraja, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Datu Luwu XL H. Andi Maradang Mackulau, S.H., Opu To Bau, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), jajaran Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, insan pers, serta ratusan peserta dan undangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *