Ragam

Ustadz Suparman Ajak Umat Maknai Hijrah dalam Tabligh Akbar YPRI Wasuponda

×

Ustadz Suparman Ajak Umat Maknai Hijrah dalam Tabligh Akbar YPRI Wasuponda

Sebarkan artikel ini
Ust. Suparman M., S.Pd.I., M.Pd.I., M.H. saat menyampaikan tausiyah di Masjid Nurul Hijriyah, Kecamatan Wasuponda, untuk mengikuti Tabligh Akbar Semarak Tahun Baru Hijriah 1448 H yang diselenggarakan oleh YPRI Komisariat Wasuponda.. Foto : Ist

SATUDATA.co.id | Luwu Timur – Masjid Nurul Hijriyah Kecamatan Wasuponda dipadati ratusan jamaah yang terdiri dari tokoh masyarakat, orang tua, remaja, serta santri dalam kegiatan Tabligh Akbar Semarak Tahun Baru Hijriah 1448 H yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Semarak Tahun Baru Hijriah Yayasan Pembina Rohani Islam (YPRI) Komisariat Wasuponda, Luwu Timur, Kamis 25 Juni 2026.

Panitia Pelaksana Semarak Tahun Baru Hijriah 1448 H YPRI Komisariat Wasuponda menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Ust. Suparman M., S.Pd.I., M.Pd.I., M.H. sebagai bentuk apresiasi atas tausiyah yang disampaikan pada Tabligh Akbar di Masjid Nurul Hijriyah, Kecamatan Wasuponda. Foto : Ist

Kegiatan yang mengusung tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” ini menghadirkan Ust. Suparman M., S.Pd.I., M.Pd.I., M.H., Dosen Universitas Andi Djemma, sebagai penceramah utama. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari masyarakat yang hadir memenuhi ruang utama masjid.

Dalam tausiyahnya, Ust. Suparman mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana muhasabah diri dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurutnya, makna hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan tempat, tetapi lebih dari itu merupakan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

jamaah dari berbagai kalangan memadati Masjid Nurul Hijriyah, Kecamatan Wasuponda, untuk mengikuti Tabligh Akbar Semarak Tahun Baru Hijriah 1448 H yang diselenggarakan oleh YPRI Komisariat Wasuponda. Foto : Ist

“Hijrah yang sejati adalah meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju ketaatan, meninggalkan keburukan menuju kebaikan, serta berusaha menghadirkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, beliau mengangkat tema “Hijrah: Momentum untuk Membangun Kembali Peradaban Islam.” Dijelaskan bahwa peristiwa Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah merupakan titik balik sejarah yang mengubah umat Islam dari komunitas yang tertindas menjadi masyarakat yang memiliki kekuatan sosial, ekonomi, politik, dan peradaban yang berpengaruh di dunia.

Beliau memaparkan bahwa pasca hijrah, Rasulullah SAW berhasil membangun persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar, memperkuat ekonomi umat, menegakkan keadilan, serta membangun tatanan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Dari Madinah inilah Islam berkembang menjadi peradaban besar yang memberikan kontribusi bagi kemajuan umat manusia.

Lebih lanjut, Ust. Suparman mengingatkan bahwa umat Islam saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perpecahan, krisis moral, hingga lemahnya persatuan umat. Oleh karena itu, semangat hijrah harus diwujudkan dalam bentuk peningkatan kualitas keimanan, penguatan ukhuwah Islamiyah, pendidikan generasi muda, serta kepedulian terhadap persoalan umat.

“Perubahan besar selalu dimulai dari perubahan diri. Ketika individu, keluarga, dan masyarakat berkomitmen untuk berhijrah menuju kebaikan, maka akan lahir peradaban yang kuat, berakhlak, dan membawa rahmat bagi seluruh alam,” tegasnya.

Kegiatan Tabligh Akbar ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Wasuponda. Selain menjadi sarana syiar Islam, kegiatan tersebut juga mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga dan menumbuhkan semangat menyambut Tahun Baru Hijriah dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan tausiyah yang disampaikan, panitia pelaksana menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Ust. Suparman di akhir acara. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan sukses.

Panitia berharap momentum Tahun Baru Hijriah 1448 H dapat menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persatuan, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

“Hijrah bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menghadirkan semangat perubahan untuk membangun masa depan umat yang lebih baik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *