Ragam

Kemenag Luwu Peringati HAB ke-80, Bupati Tekankan Kerukunan dan Sinergi Umat

2818
×

Kemenag Luwu Peringati HAB ke-80, Bupati Tekankan Kerukunan dan Sinergi Umat

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu H. Muhammad Subhan saat berikan sambutan di Moment Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Lapangan Andi Djemma, Kota Belopa, Sabtu (3/1/2026). Foto: Ist

SATUDATA.co.id | Luwu – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Luwu melaksanakan Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Lapangan Andi Djemma, Kota Belopa, Sabtu (3/1/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Kementerian Agama serta insan pendidikan keagamaan se-Kabupaten Luwu.

Upacara tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu H. Muhammad Subhan, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Luwu, serta para Kepala RA dan Madrasah tingkat MI, MTs, dan MA.

Bertindak selaku inspektur upacara, Bupati Luwu H. Patahudding membacakan sambutan seragam Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga upacara peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama dapat dilaksanakan dengan baik.

“Rasa syukur yang sama juga patut kita haturkan karena atas karunia-Nya, Kementerian Agama terus eksis melintasi perjalanan sejarah bangsa, menghadapi berbagai tantangan, dan beradaptasi dengan dinamika zaman,” ujarnya.

Bupati Luwu menjelaskan bahwa peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Tema tersebut menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan kekuatan kebangsaan yang mampu menyatukan perbedaan menjadi energi kolaboratif untuk kemajuan bangsa.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kehadiran Kementerian Agama merupakan kebutuhan nyata bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Sejak berdirinya, Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, adil, rukun, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Delapan puluh tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama hadir sebagai penjaga nalar agama dalam kerangka NKRI, dengan peran yang semakin luas dan krusial,” kata Bupati.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan sejumlah capaian Kementerian Agama, antara lain peningkatan kualitas pendidikan madrasah dan perguruan tinggi keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat, wakaf, dan dana sosial keagamaan lainnya, serta transformasi digital pelayanan keagamaan yang semakin cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Menjawab tantangan zaman, Bupati Luwu menekankan pentingnya kesiapan Kementerian Agama dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk era Artificial Intelligence (AI) dan dinamika global yang penuh ketidakpastian. ASN Kementerian Agama diharapkan mampu mengisi ruang digital dengan konten keagamaan yang moderat, menyejukkan, dan berlandaskan nilai kemanusiaan serta ketuhanan.

“AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Luwu mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Agama untuk terus bertransformasi menjadi insan yang adaptif, inovatif, dan berintegritas, serta senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada umat.

“Dengan semangat Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju, mari kita satukan tekad untuk terus mengabdi dan menjadi cahaya pencerah bagi bangsa,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *