SATUDATA.co.id | Palopo — Pemerintah Kota Palopo mengikuti presentasi penilaian kepala daerah dalam rangka Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah pada dimensi penurunan tingkat pengangguran, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Wali Kota Palopo lantai 3, dan diikuti langsung oleh Wali Kota Palopo, Naili Trisal.
Dalam pemaparannya, Naili Trisal menjelaskan capaian kinerja Pemerintah Kota Palopo tahun 2025 dalam menekan angka pengangguran. Ia menyebut sektor jasa menjadi kontributor utama penyerapan tenaga kerja di Kota Palopo.
“Lapangan kerja di Palopo didominasi sektor jasa sebesar 73,06 persen, disusul manufaktur 15,23 persen dan pertanian 11,70 persen,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui komposisi pengangguran masih didominasi oleh lulusan SMA dan perguruan tinggi yang mencapai sekitar 84 persen dari total pengangguran.
Menurutnya, persoalan pengangguran menjadi isu strategis yang menjadi fokus pembangunan daerah, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palopo 2025–2029.
Adapun kerangka kebijakan yang disiapkan, lanjutnya, meliputi pembangunan infrastruktur pendidikan, penyediaan sekolah kejuruan yang berkualitas, serta penguatan lembaga pelatihan kerja dengan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan dunia usaha.
Dalam upaya konkret menekan pengangguran, Pemerintah Kota Palopo telah memasukkan program tersebut dalam 25 program prioritas Wali Kota. Di antaranya revitalisasi balai latihan kerja (BLK), pelatihan dan pemanduan bakat pemuda, program pelatihan gratis bagi calon pelaut yang disertai jaminan kerja bagi peserta berprestasi, serta program 10 UMKM Go Internasional dan kredit usaha khusus perempuan.
Ia menegaskan bahwa Kota Palopo bukan merupakan kota industri, sehingga strategi penurunan pengangguran difokuskan pada penguatan sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, Pemkot Palopo juga mendorong pengembangan potensi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai upaya menyerap tenaga kerja, khususnya pada sektor nonformal.
“Penguatan jaringan pemasaran, khususnya produk pertanian lokal, juga terus dilakukan, termasuk menjalin kerja sama dengan perusahaan penempatan tenaga kerja Indonesia (PJTKI) untuk membuka peluang kerja ke luar negeri,” jelasnya.
Melalui berbagai strategi, Pemerintah Kota Palopo optimistis dapat menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.















