Ragam

Jaga Marwah Organisasi, PWI Sulsel Ambil Alih Kepengurusan Daerah yang Kosong

×

Jaga Marwah Organisasi, PWI Sulsel Ambil Alih Kepengurusan Daerah yang Kosong

Sebarkan artikel ini
Ketua PWI Sulsel saat diskusi dan koordinasi bersama sejumlah pengurus PWI Sulsel serta pengurus PWI kabupaten/kota di Warkop Sami, Panakkukang, Makassar, Minggu (23/8/2026). Foto: Ist

SATUDATA.co.id | Makassar – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Dr H. Suwardi Thahir, menegaskan seluruh kegiatan, kebijakan, dan kewenangan organisasi PWI di tingkat kabupaten/kota berada di bawah koordinasi dan kewenangan PWI Provinsi Sulsel.

Penegasan itu disampaikan Suwardi saat ditemui di sela-sela diskusi dan koordinasi bersama sejumlah pengurus PWI Sulsel serta pengurus PWI kabupaten/kota di Warkop Sami, Panakkukang, Makassar, Minggu (23/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Suwardi didampingi Wakil Ketua PWI Sulsel Bidang Organisasi, H. Mappiar.

Suwardi mengatakan, PWI Sulsel saat ini tengah melakukan penataan terhadap sejumlah kepengurusan PWI kabupaten/kota yang masa kepengurusannya telah berakhir maupun mengalami kekosongan.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan serta menjaga tertib administrasi dan struktur organisasi PWI di daerah.

“Sejumlah kepengurusan PWI di kabupaten menjadi perhatian serius kami, terutama kabupaten/kota yang masa kepengurusannya telah berakhir. Kami akan melakukan pembenahan struktur organisasi PWI, terutama yang saat ini mengalami kekosongan. Untuk sementara, kepengurusan yang kosong akan diambil alih oleh pengurus PWI Provinsi,” ujar Suwardi.

Ia menegaskan, penataan tersebut juga menyasar PWI Kabupaten Wajo yang menjadi salah satu perhatian PWI Sulsel karena adanya dinamika internal dalam kepengurusan.

Sementara itu, Wakil Ketua PWI Sulsel Bidang Organisasi, H. Mappiar, menyebut sejumlah daerah yang saat ini mendapat perhatian khusus, di antaranya **PWI Soppeng, Bone, dan Wajo.

Khusus PWI Wajo, kata Mappiar, PWI Sulsel akan menunjuk pelaksana harian (Plh) untuk memastikan kegiatan organisasi tetap berjalan selama proses evaluasi dan pembenahan kepengurusan berlangsung.

“Untuk sementara kepengurusan PWI Wajo akan ditunjuk sebagai pelaksana harian. Langkah ini diambil agar roda organisasi tetap berjalan sambil menunggu penyelesaian dan penyempurnaan struktur kepengurusan,” kata Mappiar.

Ia menjelaskan, penunjukan pelaksana harian bukan sekadar untuk mengisi kekosongan kepengurusan, tetapi juga memastikan program kerja organisasi di Kabupaten Wajo tetap berjalan.

PWI Sulsel, lanjutnya, akan melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap kepengurusan di daerah tersebut. Proses itu diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan definitif yang mampu menjalankan organisasi secara tertib dan profesional.

Mappiar juga mengingatkan seluruh anggota PWI di kabupaten/kota agar menjaga kekompakan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“PWI itu rumah besar wartawan. Jangan sampai ada perpecahan yang merugikan organisasi dan citra wartawan di mata publik,” tegasnya.

PWI Sulsel memastikan proses penataan kepengurusan di sejumlah kabupaten/kota akan dilakukan untuk menjaga keberlangsungan organisasi, sekaligus memastikan struktur PWI di daerah tetap berjalan sesuai ketentuan organisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *