SATUDATA.co.id | Palopo – Viral dimedia sosial (medsos)video dengan durasi 57 detik yang diunggah oleh akun facebook Def** Wan** memperlihatkan seorang anak dibawah umur dalam kondisi berlumuran darah dipangkuan warga diatas mobil, sambil menangis kesakitan, kemudian bercerita apa yang dialaminya.
Dari tayangan video viral tersebut, anak dibawah umur itu mengatakan,” dipukulka, kubun*hko kujadikanko t*mb*l,” ungkap sang anak sambil menagis menahan rasa sakit.
Saat warga yang berada dalam mobil berupaya untuk menanyakan alamat tempat tinggal, juga kontak telpon orang tuanya, anak itu terlihat terdiam, dan terdengar suara mengatakan, “ pingsan ini anaknya orang.”
Kasat reskrim Polres Palopo, IPTU Ridwan Parintak, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp sekira pukul 19.30 Wita, Selasa 25 Agustus 2026, dalam keterangan tertulisnya membenarkan adanya peristiwa tersebut.
” benar ada laporan masuk, pada hari Selasa 25 Agustus 2026 sekira pukul 11.30 Wita, telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap anak dibawah umur,” kata IPTU Ridwan Parintak.
“ Korban di panggil oleh terlapor, ketika korban menghampiri terlapor terjadi cekcok hingga terlapor menganiaya korban, atas kejadian itu, ibu korban melapor ke Polres Palopo,” tambahnya.
Kasat reskrim Polres Palopo, IPTU Ridwan Parintak juga menyebutkan, jika terduga pelaku masih dibawah umur, dan motif terjadinya penganiayaan berawal dari pertengkaran mulut.
“ Pelakunya masih anak dibawah umur 16 tahun, sudah diamankan dan pelakunya hanya satu orang, untuk motifnya berawal dari pertengkaran mulut,” kata IPTU Ridwan Parintak.
Sayangnya saat di konfirmasi Kasat Reskrim Polres Palopo tidak menjelaskan secara detail, apakah dugaan penganiayaan dilakukan oleh terduga pelaku menggunakan alat atau tidak.
Dilihat dari luka korban yang dialaminya, diduga kuat terduga pelaku saat melakukan aksinya menggunakan alat, namun belum diketahui pasti benda apa yang digunakan.
Kasat Reskrim Polres Palopo IPTU Ridwan Parintak juga tidak menyebutkan dimana Tempat Kejadian Perkaranya (TKP).
Warganet yang bersimpati melihat kondisi dan luka korban, berharap kepada aparat kepolisian agar mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut, serta transparan dalam proses penegakan hukumnya
















