SATUDATA.co.id | Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya risiko kekeringan selama musim kemarau 2026.
Langkah tersebut ditandai dengan kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Menghadapi Karhutla di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Luwu, Selasa (11/8/2026).
Apel dipimpin Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo yang membacakan sambutan Kapolda Sulawesi Selatan. Dalam arahannya, disampaikan bahwa apel gelar pasukan bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi karhutla.
Kesiapsiagaan tersebut menitikberatkan pada upaya pencegahan dini, deteksi dini, dan patroli rutin. Langkah pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi, terutama ketika api telah meluas dan sulit dikendalikan.
Faktor cuaca turut menjadi perhatian utama. Kondisi kemarau yang lebih panjang dapat meningkatkan potensi kekeringan dan memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 di Sulawesi Selatan diperkirakan berlangsung tidak normal, dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya peningkatan kewaspadaan dan penguatan langkah mitigasi secara terpadu.
Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dituntut membangun sinergi dalam melakukan pencegahan, pemantauan, hingga penanganan apabila terjadi kebakaran.
Selain mencegah meluasnya titik api, kesiapsiagaan juga diperlukan untuk menekan potensi dampak karhutla terhadap masyarakat, perekonomian, kesehatan, serta kelestarian lingkungan.
Dalam apel tersebut, personel yang terlibat berasal dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Pemadam Kebakaran, Tagana Dinas Sosial, tenaga medis, PMI, dan Pramuka.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Pabung Luwu Sudirman, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.
Pemkab Luwu menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi karhutla harus dilakukan sejak awal dengan mengedepankan pencegahan dan respons cepat. Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat segera terdeteksi dan ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
















