Ragam

Posyandu Era Baru Belum Optimal, Ketua TP PKK LuwuPerkuat Transformasi Layanan Primer

×

Posyandu Era Baru Belum Optimal, Ketua TP PKK LuwuPerkuat Transformasi Layanan Primer

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding saat Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Layanan Primer dalam Posyandu Tahun 2026, di Hotel Value Palopo, Kamis (18/6/2026). Foto: Ist

SATUDATA.co.id | Luwu — Tim Pembina Posyandu Kabupaten Luwu menggelar Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Layanan Primer dalam Posyandu Tahun 2026 sebagai upaya mempercepat penerapan Posyandu Era Baru yang mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Hotel Value Palopo, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulsel, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, Ny. Nilasari Dhevy Bijak, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Luwu Rafika Liakat Muhammad Rudi, Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu Rosnawary, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Ahmad Awwabi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, jajaran TP PKK Kabupaten Luwu Pokja IV, perwakilan puskesmas se-Kabupaten Luwu, serta TP PKK kecamatan.

Kegiatan ini digelar untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung transformasi layanan primer melalui Posyandu Era Baru yang tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mengintegrasikan enam layanan dasar masyarakat.

Dalam laporannya, Rosnawary mengungkapkan bahwa implementasi Posyandu Era Baru di Kabupaten Luwu masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan hasil evaluasi, baru sekitar 10 persen posyandu yang telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal secara penuh.

“Sebagian besar posyandu masih menjalankan pola lama yang berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Padahal Posyandu Era Baru mengintegrasikan enam standar pelayanan minimal yang melibatkan berbagai perangkat daerah,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan transformasi Posyandu membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa, tenaga kesehatan, hingga Tim Penggerak PKK di semua tingkatan. Keterlibatan aktif seluruh unsur dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding, menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat sehingga pembinaan dan koordinasi harus terus diperkuat.

Ia menjelaskan, Posyandu Era Baru merupakan bagian dari transformasi layanan primer yang bertujuan mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat melalui sistem layanan yang terintegrasi dan mudah diakses.

“Posyandu harus menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mudah dijangkau. Melalui Posyandu Era Baru, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan dasar secara terpadu tanpa harus datang ke tempat yang jauh,” kata Kurniah.

Kurniah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam mempercepat penerapan Posyandu Era Baru di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Luwu.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar transformasi layanan primer dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan kesejahteraan warga.

Pertemuan koordinasi tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, memperkuat kerja sama lintas sektor, serta mendorong percepatan implementasi Posyandu Era Baru di Kabupaten Luwu. Pemerintah daerah berharap seluruh posyandu dapat segera menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal secara menyeluruh sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih terpadu, efektif, dan merata. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *