Ragam

Luwu Timur Masuk Tiga Besar Kinerja Jasa Konstruksi Terbaik di Sulawesi

×

Luwu Timur Masuk Tiga Besar Kinerja Jasa Konstruksi Terbaik di Sulawesi

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Setdakab Luwu Timur, Indra Fawzi, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Uji Sertifikasi Petugas K3 Konstruksi, Supervisor K3 Konstruksi, dan Ahli Muda K3 Konstruksi, di Wisma Trans, Malili, Selasa (23/6/2026). Foto: Kominfo Luwu Timur

SATUDATA.co.id | Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa konstruksi. Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat setelah Luwu Timur masuk dalam tiga besar daerah dengan kinerja jasa konstruksi terbaik di Sulawesi.

Pengakuan itu disampaikan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Afandi Andi Basri, saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Uji Sertifikasi Petugas K3 Konstruksi, Supervisor K3 Konstruksi, dan Ahli Muda K3 Konstruksi, yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu Timur di Wisma Trans, Malili, Selasa (23/6/2026).

Menurut Afandi, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi Pemkab Luwu Timur dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi sekaligus membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada setiap proyek pembangunan.

“Luwu Timur membuktikan diri sebagai salah satu daerah dengan kinerja jasa konstruksi terbaik yang masuk dalam tiga besar di Sulawesi. K3 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan konstruksi, dan Luwu Timur menunjukkan komitmennya karena hampir setiap kegiatan selalu disertai pelatihan K3 konstruksi,” ujar Afandi.

Sebagai bentuk keberlanjutan program tersebut, Pemkab Luwu Timur kembali menggelar Bimtek dan Uji Sertifikasi K3 Konstruksi yang diikuti 115 peserta dari berbagai unsur pelaksana jasa konstruksi.

Kegiatan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Pelatihan dan uji kompetensi tersebut berlangsung selama enam hari, terdiri atas empat hari pembelajaran tatap muka dan dua hari pembelajaran daring. Peserta akan mendapatkan pembekalan terkait penerapan sistem keselamatan kerja, identifikasi risiko, serta standar operasional keselamatan pada proyek konstruksi.

Mewakili Bupati Luwu Timur, Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan Setdakab Luwu Timur, Indra Fawzi, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga harus menjamin keselamatan para pekerja dan masyarakat.

“Pembangunan konstruksi bukan hanya tentang menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tetapi juga memastikan keselamatan pekerja dan masyarakat. Kesadaran terhadap K3 harus menjadi budaya dalam setiap tahapan pembangunan agar risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan,” kata Indra.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi merupakan investasi strategis dalam menciptakan tenaga konstruksi yang profesional, produktif, dan mampu memenuhi standar keselamatan kerja.

“Tenaga kerja konstruksi yang kompeten akan mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan infrastruktur yang dibangun,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan H. Nihaya, Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas PUPR Luwu Timur Tri Askari Yulianto, para asesor, pengawas, serta jajaran Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Luwu Timur berharap lahir lebih banyak tenaga konstruksi bersertifikat yang mampu menerapkan budaya keselamatan kerja, sehingga mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *