SATUDATA.co.id | Luwu — Ancaman kekeringan yang kerap menghantui petani saat musim kemarau mendorong, Babinsa Koramil 1403-07/Walenrang Kodim 1403/Palopo Peltu Suratmin turun langsung membantu penyediaan sumber air untuk lahan pertanian.
Babinsa mendampingi pembuatan sumur galian manual di area persawahan Kelompok Tani Berkah, Desa Wiwitan, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Kamis (3/9/2026).
Sumur tersebut memiliki kedalaman sekitar 15 meter dan diproyeksikan untuk mendukung pengairan 39,8 hektare sawah yang dikelola 20 petani.
Pendampingan dipimpin Babinsa Desa Wiwitan, Peltu Suratmin, bersama Pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lamasi, Sukimin.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Sumber air dari sumur diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produktivitas sawah ketika pasokan air berkurang pada musim kemarau.
Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, S.Sos. melalui Danramil 1403-07/Walenrang Kapten Inf Illang menegaskan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak terbatas pada persoalan keamanan.
“Babinsa tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan wilayah. Kami juga harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan, termasuk persoalan air yang berdampak langsung terhadap pertanian,” kata Kapten Inf Illang.
Kapten Inf Illang mengatakan, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan adanya sumber air tersebut, petani diharapkan mampu meningkatkan pola tanam hingga tiga kali dalam setahun dan menekan risiko gagal panen akibat kekeringan.
“Dengan adanya sumber air ini, kami berharap petani dapat menanam hingga tiga kali dalam setahun. Risiko gagal panen saat musim kemarau juga dapat ditekan,” tegasnya.
Bagi petani, persoalan air bukan perkara baru. Sucipto (60), salah seorang anggota Kelompok Tani Berkah, mengaku kesulitan mendapatkan air untuk sawahnya setiap kali musim kemarau tiba.
“Selama ini kami kesulitan air kalau kemarau. Dengan adanya sumur ini, kami berharap sawah tetap terairi dan hasil panen bisa lebih baik,” ujar Sucipto.
Pembuatan sumur tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk mengatasi keterbatasan air sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Desa Wiwitan.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar. Babinsa bersama petani terus berkoordinasi selama proses pengerjaan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan memperkuat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Penyediaan sumber air ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan lahan dari ancaman kekeringan, tetapi juga membuka peluang bagi petani meningkatkan intensitas tanam dan produksi pangan di wilayah Lamasi.
















