SATUDATA.co.id | Makassar — Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Musa David Marolop Hasibuan, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 melalui video conference di Ruang Vicon Pusat Komando Pengendalian Operasi (Puskodalops) Makodam XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (18/6/2026).
Rakor nasional tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, dan diikuti pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam mengantisipasi serta menangani potensi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat akibat dampak fenomena El Nino pada 2026 hingga 2027.
Dalam rakor tersebut, peserta membahas berbagai strategi pengendalian Karhutla secara menyeluruh, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, mitigasi risiko, hingga langkah-langkah penanganan cepat apabila terjadi kebakaran.
Pemerintah juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla, mengingat dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan stabilitas wilayah.
Keikutsertaan Kodam XIV/Hasanuddin dalam rakor tersebut menjadi bentuk komitmen TNI AD untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Kapoksahli Pangdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Musa David Marolop Hasibuan menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak dalam mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Sulawesi.
Melalui rakor ini, diharapkan seluruh instansi terkait dapat menyatukan langkah dan memperkuat sistem pengendalian Karhutla sehingga ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah serta ditangani secara cepat dan efektif.
Selain itu, kesiapsiagaan yang optimal dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan dampak El Nino, menjaga kelestarian lingkungan, serta melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
















