Politik

Kaharuddin, Dari Pelaut Kapal Tanker Menuju Panggung Politik Nasional

×

Kaharuddin, Dari Pelaut Kapal Tanker Menuju Panggung Politik Nasional

Sebarkan artikel ini
Kaharuddin, pria kelahiran Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, 16 Juni 1977, Calon Anggota DPR RI

SATUDATA.co.id | Palopo – Kaharuddin, pria kelahiran Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, 16 Juni 1977, menapaki perjalanan panjang dari dunia pelayaran hingga bisnis dan organisasi. Setelah 12 tahun menghabiskan masa profesionalnya sebagai pelaut di kapal tanker, Kaharuddin kini memantapkan langkah memasuki dunia politik dengan menargetkan kursi DPR RI.

Pengalaman panjang di laut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Kaharuddin. Selama bekerja di lingkungan maritim, ia terbiasa dengan disiplin, tanggung jawab, ketangguhan, serta tuntutan untuk mengambil keputusan dalam situasi yang tidak selalu mudah.

Latar belakang pendidikan Kaharuddin juga tidak terlepas dari dunia pelayaran. Ia menempuh pendidikan di SDN Lamunre, Belopa, dan menyelesaikannya pada 1991, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Belopa, Luwu, hingga 1994.

Pendidikan kejuruan pelayaran ditempuhnya di Departemen Perhubungan Republik Indonesia, Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Dasar, Barombong, pada 1995. Pendidikan tersebut kemudian dilanjutkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan Laut, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran, Makassar, pada 2004.

Kaharuddin selanjutnya melanjutkan pendidikan di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, dan menyelesaikannya pada 2013.

Pengalaman di dunia pelayaran kemudian menjadi pijakan bagi Kaharuddin untuk mengembangkan karier profesional di sektor perkapalan dan minyak dan gas bumi (migas).

Pada 2004, ia dipercaya sebagai Direktur Operasional PT Ocean Seven Singapura yang bergerak di bidang perkapalan. Tiga tahun kemudian, pada 2007, Kaharuddin menduduki posisi Direktur Operasional PT Empire Marine Singapura.

Kariernya berlanjut di Indonesia. Pada 2010, ia dipercaya sebagai Direktur Utama PT Kaisar Maritim Indonesia.

Memasuki 2021, Kaharuddin memperluas kiprahnya di sektor usaha. Ia menjabat sebagai Komisaris PT Sumatera Petro Niaga yang bergerak di bidang distribusi migas. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya sebagai Komisaris PT Trans International Shipping yang bergerak di bidang perkapalan.

Pada 2025 hingga sekarang, Kaharuddin menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bos Malikuil Bahr, sedangkan sejak 2026 ia dipercaya sebagai Direktur Utama PT Maxindo Global Maritim yang bergerak di sektor perkapalan.

Selain dunia usaha, Kaharuddin aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan sosial.

Pada 2012, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kepulauan Riau. Selanjutnya, sejak 2022 hingga sekarang, Kaharuddin menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Keluarga Luwu Raya (IKLR).

Pada 2026, kiprahnya di organisasi berlanjut setelah dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia (DPN BMI).

Kini, setelah menapaki dunia pelayaran, bisnis, dan organisasi, Kaharuddin mulai mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia politik. Ia menyatakan keinginannya untuk maju sebagai calon anggota DPR RI dengan membawa aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.

Menurut Kaharuddin, keputusan memasuki dunia politik didorong oleh keinginannya untuk memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman selama berada di dunia usaha dan organisasi, kata dia, memberinya kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat maupun pelaku usaha.

“Perjalanan menuju Senayan bukanlah langkah mudah. Dibutuhkan kerja keras, dukungan masyarakat, serta komitmen yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat,” kata Kaharuddin.

Bagi Kaharuddin, memasuki politik bukan semata-mata mengejar jabatan atau kekuasaan. Ia ingin menjadikan pengalaman yang diperoleh selama puluhan tahun sebagai modal untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menyuarakan aspirasi Sulawesi Selatan di tingkat nasional.

Jika selama 12 tahun ia menghadapi gelombang di laut lepas sebagai pelaut kapal tanker, kini Kaharuddin bersiap menghadapi tantangan baru di dunia politik. Tujuannya adalah membawa pengalaman dari dunia pelayaran, usaha, dan organisasi ke ruang pengabdian yang lebih luas melalui lembaga legislatif di Senayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *